Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menyambut baik tawaran Pemerintah Maroko yang menyiapkan 50 beasiswa bagi masyarakat Indonesia untuk studi bahasa Arab dan sejarah sebagai bagian dari penguatan kerja sama bilateral kedua negara di bidang pendidikan dan kebudayaan.
“Intinya adalah bagaimana parlemen, diplomasi parlemen bisa meningkatkan hubungan kedua negara. Antara lain mereka bisa menyiapkan 50 beasiswa untuk orang-orang yang studi bahasa Arab dan kesejarahan,” kata Utut Adianto usai menerima Kunjungan Kehormatan (Courtesy Call) Duta Besar Maroko di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (26/6/2026).
Menurut Utut, diplomasi parlemen harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui perluasan kerja sama di sektor pendidikan yang dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Maroko telah terjalin sejak lama dan memiliki ikatan sejarah yang kuat. Kedekatan kedua negara, kata dia, sudah dibangun sejak era para pemimpin pendiri bangsa.
“Dan juga kita tahu bahwa Maroko memiliki sejarah panjang dengan Indonesia, kan Presiden Sukarno di tahun 1960 pernah ke sana dan juga Raja Mohammed V pernah ke sini tahun 60,” ujar Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.
Dalam pertemuan tersebut, DPR RI menerima kunjungan perwakilan diplomatik Maroko yang dipimpin langsung oleh Duta Besar Redouane Houssaini dan Deputy Chief of Mission Mohamed Sidati.
Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk menghidupkan kembali fungsi Kelompok Kerja Sama Bilateral (GKSB) antarparlemen sebagai sarana memperkuat hubungan kedua negara di berbagai bidang strategis.
Melalui wadah GKSB, Indonesia dan Maroko berkomitmen untuk saling mendukung dalam pengembangan kerja sama ekonomi, pendidikan, kebudayaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Utut berharap berbagai bentuk kerja sama yang dibangun melalui diplomasi parlemen dapat semakin mempererat hubungan Indonesia dan Maroko sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan kompetensi melalui program-program pendidikan internasional.

















































































