Ikuti Kami

Wayan Sudirta Kenang I Wayan Suyadnya Sebagai Pribadi yang Berdedikasi Tinggi

Sudirta: Saya mengenalnya ketika almarhum bertugas sebagai wartawan Bali Post di Jakarta, sekitar tahun 1990-an.

Wayan Sudirta Kenang I Wayan Suyadnya Sebagai Pribadi yang Berdedikasi Tinggi
Anggota Komisi lll DPR RI, I Wayan Sudirta, mengenang sosok almarhum I Wayan Suyadnya sebagai pribadi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik serta aktif dalam berbagai isu sosial dan kebangsaan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI, I Wayan Sudirta, mengenang sosok almarhum I Wayan Suyadnya sebagai pribadi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik serta aktif dalam berbagai isu sosial dan kebangsaan.

‘’Sangat banyak kenangan dengan almarhum. Saya mengenalnya ketika almarhum bertugas sebagai wartawan Bali Post di Jakarta, sekitar tahun 1990-an. Sering bertukar pikiran tentang hal yang berkaitan dengan politik, demokrasi, kebebasan pers,  dan mengkritik otoritarianisme Orde Baru masa itu,” kata Sudirta, dikutip pada Sabtu (21/3/2026).

Menurut Wayan Sudirta, kedekatannya dengan almarhum terjalin sejak lama, khususnya saat keduanya sering berdiskusi mengenai isu-isu politik dan demokrasi. Bahkan, saat runtuhnya Orde Baru, almarhum sempat menyampaikan tawaran dari seorang tokoh partai agar dirinya bergabung ke dunia politik.

”Ketika Orde Baru jatuh, almarhum menyampaikan permintaan seorang tokoh partai yang menawarkan kalau saya bersedia bergabung. Adapun alasannya, dibanding berjuang di jalanan sebagai aktivis, dengan bergabung di partai politik untuk selanjutnya ke parlemen, ide-ide aktivisme bisa diperjuangkan menjadi kebijakan, seperti undang-undang misalnya,” ucapnya.

Namun demikian, Wayan Sudirta mengaku saat itu belum tertarik untuk masuk ke partai politik dan memilih jalur lain hingga akhirnya bergabung dengan DPD RI pada 2004.

”Namun, waktu itu memang sejujurnya, sebagai advokat yang bergaul dengan banyak aktivis LSM, saya belum tertarik dengan partai politik. Dan era Reformasi membentuk lembaga baru di Senayan, yakni DPD (Dewan Perwakilan Daerah) pada tahun 2004, atas dorongan Sulinggih senior dan sejumlah tokoh Bali lainnya, saya bersedia mendaftar dan lolos sebagai Anggota DPD RI dengan perolehan suara tertinggi, 245.000 lebih,’’ ujarnya.

Ia juga menuturkan, selama 10 tahun mewakili Bali di DPD RI, almarhum menjadi salah satu wartawan yang kerap terlibat dalam diskusi dan advokasi berbagai isu sosial bersama para aktivis di Denpasar.

Wayan Suyadnya, lanjutnya, tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga turut aktif dalam berbagai kegiatan advokasi, termasuk memperjuangkan hak-hak kelompok marjinal serta terlibat dalam pembentukan berbagai gerakan sosial.

’’Almarhum banyak terlibat, selain karena tugas-tugas jurnalistiknya sebagai wartawan, juga sekaligus menjadi sosok aktivis yang peduli pada isu-isu sosial yang ia tulis di korannya. Karenanya, ia menjadi Anggota Sabha Walaka PHDI Pusat setelah PHDI dikembalikan menjadi majelis yang independen dan dia adalah  salah seorang yang sangat aktif dan berdedikasi," ungkapnya.

Ia juga mengingat peran almarhum dalam mendukung sejumlah perjuangan, seperti penggunaan salam “Om Swastyastu” dalam forum resmi kenegaraan serta dorongan terhadap RUU Otonomi Khusus Bali.

Dalam bidang jurnalistik, Wayan Sudirta menilai almarhum memiliki kontribusi besar, mulai dari kiprahnya di Bali Post hingga mendirikan media sendiri.

’’Yang luar biasa, almarhum membuat catatan harian tentang Paradoks Bali yang kritis, tajam dan akan menjadi catatan intelektual penting untuk membaca time-line perkembangan Bali dari masa ke masa, sebagaimana catatan Paradoks Wayan Suyadnya yang telah diterbitkan dalam format buku,’’ jelasnya.

Di akhir pernyataannya, ia menilai kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik dan perjuangan kebebasan berpendapat.

Ia berharap gagasan dan pemikiran yang ditinggalkan almarhum dapat terus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan keterbukaan informasi.

Quote