Ikuti Kami

Prabowo Mengakui Bahwa Dirinya Hanya Bisa Joget dan Tak Pandai Dalam Berdebat

Prabowo adalah sosok yang disorot karena terlihat terpancing emosi dari serangan serangan yang Anies lakukan.

Prabowo Mengakui Bahwa Dirinya Hanya Bisa Joget dan Tak Pandai Dalam Berdebat
Dinda B.

Jakarta, Gesuri.id  - Debat calon presiden terakhir sangat menyita perhatian banyak pihak. Pasalnya, dalam debat tersebut, banyak sekali hal-hal yang menarik dan juga kontroversial. Hal yang paling banyak diperbincangkan di media media adalah perseteruan yang terjadi antara Anies Baswedan dengan Prabowo Subianto. Anies dan Prabowo terlihat saling menyerang satu sama lain dalam debat tersebut dimana Prabowo adalah sosok yang disorot karena terlihat terpancing emosi dari serangan serangan yang Anies lakukan.

Padahal, Anies hanya menyerang Prabowo dengan data data yang Ia peroleh yang berkaitan dengan harta Prabowo dan juga kinerja kementrian pertahanan yang Prabowo pimpin. Prabowo terlihat sangat emosi dan kesal terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh Anies. Baru saja debat dimulai, Anies Baswedan langsung menyinggung harta kepemilikan Prabowo yang berupa tanah seluas ratusan ribu hektar. Prabowo yang mendengar data tersebut ngotot bahwa data tersebut salah dan Anies menyampaikan fakta dan data yang sesat kepada masyarakat. Selain itu, banyak lagi serangan-serangan data oleh Anies Baswedan yang tak dapat dihindari oleh Prabowo Subianto sehingga beliau tampak emosi pada saat itu. 

Baca: Ini Profil Singkat Ketua TPD Ganjar-Mahfud Provinsi Sumatera Selatan

Di luar arena debat, Prabowo tampak sangat kuat apalagi saat berpidato dihadapan pendukungnya. Dalam rapat rapat internal, beliau seringkali mengolok-olok Anies Baswedan demi mendapatkan dukungan dari para relawannya. Hal inilah yang dianggap buruk oleh masyarakat kepada Prabowo karena beliau tidak bisa menyampaikan hal tersebut saat debat dan malah mengklarifikasi sesuatu dalam rapat internal.

Baru-baru ini, Prabowo juga mengadakan sebuah acara konsolodasi relawan Prabowo-Gibran di Gedung Balai Buntar Kota Bengkulu pada tanggal 11 Januari 2024. Pada saat pembukaan, Prabowo mengakui bahwa beliau tidak pandai dalam berbicara dan berdebat. Pengamat politik menganggap ini adalah sebuah upaya beliau untuk mendapatkan dukungan dengan mengasihani diri sendiri dan juga sedikit menyindir Anies Baswedan yang pintar dalam berbicara di depan publik dan juga dalam berdebat.

“Yaa.. Memang saya kurang pandai ya dalam berbicara dan juga berdebat, saya paham, saya mengerti. Memang banyak yang mengatakan bahwa saya itu hanya bisa joget joget saja.” Ucap Prabowo dalam sambutan di acara konsolidasi.

Perkataan beliau sangat memprihatinkan mengingat beliau adalah seorang calon presiden. Secara tidak langsung, beliau memperlihatkan kepada masyarakat bahwa beliau adalah seorang capres yang tak pandai dalam berkomunikasi apalagi dalam debat. Beliau juga mengakui orang-orang yang menganggap beliau hanya bisa joget joget saja seperti yang banyak beredar dalam kampanye nya.

Baca: Lima Kelebihan Gubernur Ganjar Pranowo

Lagi-lagi, pengamat politik menganggap ini adalah sebuah bentuk playing victim dari Prabowo Subianto. Beliau memanfaatkan kelemahan diri sendiri untuk mendapat dukungan dan untuk membuat lawan dianggap jahat oleh pendukung beliau. Hal ini sangat tidak mencerminkan seseorang yang memiliki ambisi untuk memimpin Indonesia. Rakyat Indonesia tidak ingin dipimpin oleh seseorang yang bukan memperbaiki kesalahannya, malah membanggakan kesalahannya untuk dapat dukungan. Ini adalah sebuah bentuk penggiringan opini kepada para pendukungnya agar menganggap bahwa Anies Baswedan merupakan orang yang jahat dan tidak beretika.

Lanjut, Prabowo juga menyatakan bahwa banyak sekali orang-orang yang menyampaikan kepada dirinya bahwa dalam berbicara harus hati-hati dan tidak boleh tersulut emosi. Bukannya mengiyakan dan introspeksi diri, beliau malah menyangkal saran saran tersebut dengan pernyataan bahwa beliau memang berbicara secara apa adanya. Hal ini secara tidak langsung menjelaskan ketidakstabilan beliau dalam perihal emosi.

Apakah rakyat Indonesia mau dipimpin oleh seseorang yang mudah terpancing emosi dan tidak stabil? Tentunya tidak. Yang ditakutkan adalah sifat-sifat tersebut terbawa hingga beliau menjadi presiden dan malah menjadi senjata makan tuan bagi rakyat Indonesia.

Oleh: Dinda B

Quote