Jakarta, Gesuri.id - DPC PDI Perjuangan Kota Malang menegaskan transformasinya sebagai “rumah perjuangan” bagi generasi milenial dan Gen Z.
Partai berlambang banteng itu menyiapkan ekosistem yang dirancang untuk mengakomodasi gagasan anak muda sesuai minat, bakat, dan passion mereka.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyatakan komitmennya melibatkan anak muda dalam arah dan gaya baru perjuangan politik ke depan. Mia, sapaan akrabnya, menegaskan partai politik harus menjadi ruang aktualisasi yang konkret bagi generasi muda.
Baca: 100 Hari Prabowo-Gibran, Ganjar Pranowo: Kritik dan Otokritik
“Kami menyiapkan ruang agar potensi anak muda tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi tumbuh menjadi aksi dan karya,” ujar Mia.
Ia menjelaskan, PDIP telah menyiapkan beragam badan dan sayap organisasi yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar, diskusi, dan pengabdian sesuai latar belakang serta minat anak muda.
Beberapa wadah tersebut antara lain:
1. Taruna Merah Putih (TMP) – Ruang tumbuh dan berkembang bagi pelajar SMA dan mahasiswa.
2. Repdem (Relawan Perjuangan Demokrasi) – Wadah dialog kritis bagi generasi muda yang peduli isu demokrasi, keadilan sosial, dan hak-hak kerakyatan.
3. Banteng Muda Indonesia (BMI) – Tempat mendalami ideologi dan nilai-nilai perjuangan partai dengan pendekatan khas anak muda.
4. Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) – Diperuntukkan bagi mereka yang berminat pada UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif.
5. Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) – Ruang pengabdian di bidang kemanusiaan dan aksi tanggap bencana.
6. BBHAR (Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat) – Wadah bagi generasi muda berlatar belakang hukum yang ingin melakukan advokasi bagi masyarakat.
7. Badan Kebudayaan Nasional (BKN) – Ruang ekspresi bagi pegiat seni dan budaya dalam melestarikan kekayaan nusantara.
Menurut Mia, berbagai wadah tersebut tidak semata untuk kaderisasi, melainkan untuk melahirkan generasi muda yang peka, kritis, dan solutif. Ia menekankan bahwa politik adalah tentang keberanian mengambil tanggung jawab sosial.
“Masa depan bangsa tidak lahir dari sikap diam, tetapi dari keberanian anak muda untuk terlibat dalam kerja perubahan di ruang politik yang ideal dan berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi
Selain itu, Mia yang juga menjabat Ketua DPRD Kota Malang meyakini talenta muda di Kota Malang memiliki potensi besar untuk menerjemahkan gagasan politik menjadi kerja nyata yang berdampak bagi masyarakat.
“Tidak harus semuanya masuk politik praktis. Wadah kami beragam, mulai dari pelajar, UMKM, ekonomi kreatif hingga kerja-kerja kebudayaan dan kesenian,” imbuhnya.
Ia pun mengajak generasi muda Kota Malang mengambil bagian dalam gerakan bersama tersebut.
“Kami mengajak anak muda Kota Malang ikut ambil bagian dalam langkah perjuangan bersama. Masa depan bangsa lahir dari keberanian anak mudanya untuk terlibat dalam kerja-kerja perubahan yang nyata,” pungkasnya.

















































































