Ikuti Kami

Kenang Adian Kala Jadi Aktivis, Pernah Ditodong Pistol

Aktivisi 98 ini mengawali karier politiknya dengan turun ke jalan, menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat.

Kenang Adian Kala Jadi Aktivis, Pernah Ditodong Pistol
Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu.

Jakarta, Gesuri.id – Aksi nyentrik politisi PDI Perjuangan ini kerap kali mengundang siapa pun untuk mengetahuinya.

Dialah Adian Napitupulu, aktivisi 98 ini mengawali karier politiknya dengan turun ke jalan, menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat.

Baca: Adian Napitupulu, 'Petarung' Pengawal Kebijakan Jokowi

Pertama kali dilakukan saat masih duduk di semester III, Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI), tepatnya sekitar 1992 lalu.

Ketika itu Adian selain berkuliah, juga bekerja di salah satu pabrik pengolahan kayu di Bilangan Jakarta Utara.

"Latar belakang saya fakultas hukum. Di situ saya belajar tentang nilai keadilan, kebenaran, dan sebagainya. Cuma waktu keluar kampus, nilai-nilai itu tidak saya temukan dalam kehidupan sehari hari," papar Adian.

Anggota Komisi I DPR ini melihat ada ketidakadilan bagi para buruh ketika itu. Antara lain, tindakan semena-mena oknum keamanan, hingga tidak adanya jaminan Kesehatan.

"Salah satu kasus, teman saya dipukuli oknum satpam di pabrik itu. Saya adukan jam 3 pagi ke kepolisian. Nah, saat di kantor polisi malah saya yang diintimidasi, saya ingat betul pistol itu ditodongkan ke kepala saya," ucapnya.

Petugas satpam yang dimaksud ternyata pensiunan aparat. Adian juga masih ingat kalimat yang dilontarkan padanya ketika itu.

"Kira-kira dia bilang begini, 'memangnya kalau kamu kami bunuh di sini, ada yang mau peduli sama kamu? Itu 1992, seluruh badan saya rasanya dingin ketika itu," ucapnya.

Adian mengaku sangat takut. Namun, bukan malah membuatnya melangkah mundur. Pria yang terlahir dari ayah Batak ibunda Cirebon ini justru semakin terpanggil menyuarakan ketidakadilan.

"Saya berpikir kemenangan besar tidak bisa didapatkan tanpa kemenangan kemenangan kecil," ucapnya.

Baca: Adian Napitupulu Siap Kawal Jokowi dan Demokrasi

Adian kemudian menggerakkan para buruh di pabrik tersebut berunjuk rasa, saat salah seorang buruh lain harus kehilangan dua jari akibat kecelakaan Kerja.

Para buruh satu pabrik tersebut akhirnya turun ke jalan. Menurut Adian, itu dapat terjadi karena seluruh buruh sebenarnya sudah lama merasakan ketidakadilan.

Quote