Jakarta, Gesuri.id – Memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada Minggu, 8 Maret 2026, DPP PDI Perjuangan melalui Bidang Perempuan dan Anak menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar pembangunan bangsa.
Mengusung tema "Give to Gain – Memberi untuk Mendapatkan", momentum ini dimaknai sebagai panggilan pengabdian untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat, khususnya perempuan Indonesia.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, menyampaikan bahwa semangat ini berakar dari pesan Bung Karno tentang pentingnya keterlibatan perempuan dalam setiap gerak revolusi. Ia juga mengutip pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang menekankan bahwa perempuan adalah "Ibu Dunia" yang menanamkan rasa kemanusiaan sejak dini.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Apresiasi Tokoh Inspiratif
Sebagai bentuk nyata semangat Give to Gain, PDI Perjuangan memberikan apresiasi tinggi kepada tokoh-perempuan yang telah mendedikasikan hidupnya bagi perlindungan dan pemberdayaan perempuan:
1. Sjamsiah Achmad: Aktivis asal Sulawesi Selatan yang berkiprah di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Beliau merupakan jembatan bagi gerakan perempuan Indonesia dalam kancah kesetaraan gender global.
2. Saparinah Sadli: Psikolog dan akademisi yang menjadi Ketua Pertama Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Beliau merupakan pelopor advokasi hak asasi perempuan pasca-Reformasi 1998.
Selain mengunjungi para tokoh, rangkaian kegiatan juga menyasar pegiat lingkungan di Bank Sampah Universitas Budi Luhur. Kunjungan ini bertujuan memberikan dukungan bagi para perempuan yang konsisten melakukan pengelolaan sampah organik demi kelestarian alam.
Tak hanya seremoni, PDI Perjuangan juga turun langsung memberikan bantuan gizi bagi ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting di Jakarta.
"Kami ingin memastikan setiap ibu hamil mendapatkan kesehatan optimal agar bayi lahir sehat, sehingga generasi perempuan masa depan memiliki hak atas kehidupan yang setara dan bebas hambatan," ujar Bintang Puspayoga dalam keterangannya, Minggu (8/3).
Rangkaian kegiatan berlanjut ke Sulawesi Utara untuk mengunjungi Lapas Perempuan di Kabupaten Tomohon. Di sana, partai akan memberikan dukungan serta pendampingan terhadap hasil karya para warga binaan perempuan agar mereka memiliki bekal pemberdayaan saat kembali ke masyarakat.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis
Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput
Sebagai puncak kegiatan, PDI Perjuangan meluncurkan Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput secara nasional yang dimulai dari wilayah Timur Indonesia. Program gagasan Megawati Soekarnoputri ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, pengembangan diri, manajemen keuangan, hingga komunikasi perempuan di tingkat terbawah.
"Menjadi perempuan adalah kekuatan, bukan kelemahan. Kepemimpinan bukan tentang dominasi, melainkan tentang upaya merangkul dan merawat," tutur Bintang mengutip pernyataan Megawati.
Menutup keterangannya, Bintang mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mewujudkan perempuan sebagai subjek pembangunan yang tangguh.
"Hari ini kita memberi yang terbaik untuk perempuan, hari esok kita menuai hasil dari lahirnya generasi terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Perempuan tangguh, Indonesia maju! Merdeka!" pungkasnya.

















































































