Ikuti Kami

Repdem: Ahmad Ali Kutu Loncat, Gagal Paham Istilah “Petugas Partai”

Istilah “petugas partai” di PDI Perjuangan bukan sekadar sebutan, melainkan wujud kesetiaan pada ideologi dan tujuan perjuangan partai.

Repdem: Ahmad Ali Kutu Loncat, Gagal Paham Istilah “Petugas Partai”
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), organisasi sayap PDI Perjuangan, Abe Tandasik - Foto: Dok pribadi

Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), organisasi sayap PDI Perjuangan, Abe Tandasik menanggapi pernyataan Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang sebelumnya menyindir penggunaan istilah “petugas partai” di PDI Perjuangan.

Abe menilai komentar tersebut menunjukkan ketidakpahaman Ahmad Ali terhadap makna sebenarnya dari istilah yang menjadi tradisi ideologis di PDI Perjuangan.

Menurut Abe, istilah “petugas partai” di PDI Perjuangan bukan sekadar sebutan, melainkan wujud kesetiaan pada ideologi dan tujuan perjuangan partai.

“Karena ‘petugas partai’ itu meniscayakan loyalitas pada suatu ideologi, cita-cita, dan kepemimpinan suatu partai. Di PDI Perjuangan, istilah ini adalah kesetiaan pada ideologi partai yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan ajaran Bung Karno. Setia pada tujuan partai yaitu mewujudkan cita-cita nasional, menjaga keutuhan NKRI, mengembangkan demokrasi Pancasila, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegas Abe.

Ia menambahkan bahwa kesetiaan tersebut juga diwujudkan dalam mengikuti kepemimpinan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Kami setia pada kepemimpinan ketua umum yang dipilih di setiap Kongres: Ibu Megawati Soekarnoputri, seorang tokoh dan pejuang yang sudah makan asam garam kehidupan. Bukan orang yang baru dua hari masuk partai kemudian ditunjuk jadi ketua umum,” ujarnya.

Menanggapi kritik dari Ahmad Ali, Abe menyebut bahwa sikap tersebut muncul karena ketua harian PSI itu tidak memahami makna loyalitas ideologis sebagaimana dijalankan kader PDI Perjuangan.

“Ahmad Ali adalah ‘kutu loncat partai’, maka gagal paham dengan istilah ‘petugas partai’. Di seberang sana, ‘kutu loncat partai’ seperti Ahmad Ali tidak memiliki loyalitas pada suatu ideologi, cita-cita, dan kepemimpinan. Ia hanya setia pada kepentingan dan keuntungan diri sendiri,” kata Abe.

Abe juga menuding bahwa perpindahan Ahmad Ali dari Partai NasDem ke PSI mencerminkan pola yang ia sebut sebagai perilaku “kutu loncat”.

“Setelah memakan dan merusak suatu partai, seperti halnya kutu, maka ia akan meloncat ke partai lain untuk memakan dan merusak. Ini yang dilakukan Ahmad Ali, meloncat dari NasDem setelah merusaknya, ke PSI,” ucapnya.

Abe menegaskan, perbedaan prinsipil antara kader PDI Perjuangan dan pihak yang ia sebut 'kutu loncat partai'. "Itulah perbedaan ‘petugas partai’ dan ‘kutu loncat partai’,” pungkasnya.

Quote