Ikuti Kami

Sarifudin Bisa Jadi Kuda Hitam, Fitria dan Imam Yahya Adu Kuat

Repdem menilai, Fitria sebenarnya kriteria pemimpin wanita beliau mewakili ketokohannya,

 Sarifudin Bisa Jadi Kuda Hitam, Fitria dan Imam Yahya Adu Kuat

Purwakarta, Gesuri.id - Perebutan kursi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon semakin menarik. Pasalnya 3 nama yakni Fitria Pamungkaswati, Imama Yahya dan Sarifudin menjadi kandidat terkuat menduduki posisi tersebut.

Ketiga nama tersebut telah mengantongi dukungan usulan hasil rapat pleno PAC untuk menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon. Tentu semua tergantung putusan dari Ketua Umum Megawati Soekarno Putri siapa yang akan dipilih menjadi Ketua DPC.

Atas hal tersebut, Ketua Repdem Kota Cirebon, Sandy Nialam menilai mekanisme pemilihan Ketua DPC PDI Perjuangan harus dijalankan secara transparan dimana orang yang nanti diberi amanah oleh pengurus di bawah tingkatannya harus bisa mempertanggung jawabkan untuk kemajuan partai.

“Repdem menilai, Fitria sebenarnya kriteria pemimpin wanita beliau mewakili ketokohannya, yang perlu ditingkatkan keberanian politik baik komunikasi maupun kritisnya. Beliau punya andil besar dimana telah memberikan rumah partai,” kata Sandy saat diwawancarai oleh Cirebonpos disela-sela kegiatannya, Jumat (29/8).

Kemudian, lanjut Sandy, sosok Imam Yahya perlu tingkatkan keberaniannya dan lebih tegas, jangan menjadi safety safety player ketika ada kebijakan yang tidak pro rakyat.

“Untuk Sarifudin (Liek) bisa jadi kuda hitam, akan tetapi kalau visi misi gak punya sama saja. Pengalaman dan kualitas pemikiran tentang apa yang diinginkan Bung Karno ataupun instruksi Megawati perlu dipahami lagi,” ungkapnya.

Sandy pun memastikan, bahwa Repdem tidak mendukung siapapun. Namun, Repdem akan mendukung ketika calon yang memiliki lima kriteria yakni berani tegas, tanggung jawab, jujur, taat konstitusi dan taat azas. Kalau diluar itu diragukan untuk mengembangkan partai.

“Kami ingin sekali PDI Perjuangan kembali seperti Tahun 1999 . Yang mempunyai pemimpin progresif,” tegasnya.

Masih kata Sandy, fungsi calon ketua DPC harus punya visi kedepan apa yang diperintahkan Megawati untuk mengawal kebijakan Pemerintah Kota Cirebon yang benar pro rakyat.

“Bukan hanya sekedar duduk menjadi ketua, harus yang mempunyai tujuan untuk kedepan apakah itu maju di Pemilu ataupun Pemilu kepala daerah,” jelasnya.

Bukan itu, lanjut dia, karena banyak program yang dilakukan Pemerintah Kota Cirebon yang belum pro rakyat seperti kenaikan PBB. Kemudian bagaimana merebut kembali hati masyarakat yang sudah kurang respek kepada PDI Perjuangan yang biasa disebut partai wong cilik.

Secara normatif, kata Sandy, aturan partai ketika proses administrasi pemilihan dilakukan oleh partai harus taat meskipun pada akhirnya mufakat ataupun penunjukan langsung.

“Yang dibawa 3 orang nama yakni Fitria, Imam dan Sarifudin. Dan, bisa saja secara mufakat ketiganya dipanggil ke DPP,” pungkasnya.

 

Quote