Karawang, Gesuri.id - Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat , H. Toto Suripto , SE., SH., MH., saat memberikan materi dalam Pendidikan Kader Pratama dan Pelatihan Penggalangan Penguasaan Teritorial angkatan ke-1 menegaskan PDI Perjuangan untuk menjadi partai pelopor harus membangun dan menerapkan disiplin kepada para kader dan simpatisannya yang menjadi teladan bagi masyarakat.
Baca: Adian: Bongkar Pasang Dirut BUMN Hambat Kinerja Anak-Cucu
Disiplin yang ditunjukkan pada kader PDI Perjuangan, menurut dia, disiplin dalam berorganisasi, menerapkan prinsip musyawarah-mufakat, peduli terhadap masyarakat, serta membantu persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.

Misalnya, membangun dan menerapkan disiplin di kalangan pemuda atau kaum milenial sehingga dapat menggugah para pemuda untuk menjadi anggota, simpatisan, atau minimal pemilih bagi PDI Perjuangan.
"Kaum milenial ini adalah salah satu sasaran bagi PDI Perjuangan untuk meningkatkan perolehan suaranya pada pemilu legislatif 2024. Jumlah pemilih muda akan semakin meningkat," katanya.

Toto Suripto menambahkan, sebagai partai pelopor, PDI Perjuangan juga harus mendekati masyarakat religius dan menarik simpatinya. Untuk kepentingan tersebut, kata dia, PDI Perjuangan telah membangun ormas Baitul Muslimin yang memiliki akses ke organisasi keagamaan dan masyarakat Islam, dan yang terbaru menurut Toto Suripto, PDI Perjuangan telah membentuk Badan Kebudayaan yang akan didirikan di tingkat provinsi hingga kabupaten.
Baca: Kasus Edy Mulyadi dan Arteria Dahlan Jelas Berbeda!
"Melalui akses tersebut, maka PDI Perjuangan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat berupa pendidikan politik, bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara, serta bagaimana kewajiban sebagai warga negara," pungkasnya.
Kontributor: yoedhi_repdem

















































































