Ikuti Kami

Generasi Muda Sebagai Agen Perubahan Perjalanan Hidup Bangsa

Sejarah mencatat bahwa berbagai peristiwa penting dan krusial di Indonesia tidak akan tercetus tanpa adanya keterlibatan kaum muda. 

Generasi Muda Sebagai Agen Perubahan Perjalanan Hidup Bangsa
Wawancara langsung jurnalis Gesuri.id Haerandi dengan srikandi milenial PDI Perjuangan Putri Ayu Anisya, SH, baru-baru ini. 

Jakarta, Gesuri.id - Generasi muda harus menjadi agen perubahan (agent of change) dalam perjalanan hidup dan perpolitikan bangsa dan negaranya, daripada hanya mengeluh dan menyalahkan berbagai pihak.

Sebab, sejarah mencatat bahwa berbagai peristiwa penting dan krusial di Indonesia tidak akan tercetus tanpa adanya keterlibatan kaum muda. 

Sebagai contoh berbagai peristiwa penting dalam perjalanan sejarah bangsa seperti diantaranya Sumpah Pemuda dan Reformasi'98 yang sebenarnya hanyalah segelintir peristiwa besar dan bersejarah di republik ini yang pastinya dimotori oleh anak muda. 

Lantas bagaimana kiprah serta tantangan kaum muda kedepannya dalam kancah perpolitikan di Indonesia, berikut petikan wawancara langsung jurnalis Gesuri.id Haerandi dengan srikandi milenial PDI Perjuangan Putri Ayu Anisya, SH, baru-baru ini. 

1. Apa yang membuat atau memutuskan untuk terjun ke dunia politk?

Pertama-tama saya itu memang ketika kuliah sudah aktif berorganisasi, saya mengenal kehidupan politik itu dari beberapa organisasi di SMA dan saya sangat aktIf, dimana saya hidup di lingkungan organisasi, kemudian ketika masuk kuliah saya coba bergabung di beberapa organisasi intra di tingkat fakultas saya aktIf di BEM. Kemudian di tingkatan universitas saya aktif di kepresidenan mahasiswa, itu ketika saya berkuliah di Trisakti.

Sebelum menyelesaikan akademi saya sebagai mahasiswa saya juga aktif di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), sehingga saya merasa memang berorganisasi merupakan kebiasan dan wadah saya membentuk karakter diri. Nah, jadi organisasi itulah saya belajar mengenal banyak karakter orang, kemudian menambah wawasan, ilmu-ilmu akademis maupun non akademis tentang sejarah bangsa ini, tentang kecintaan saya terhadap Soekarno, nasionalisme dan lainnya. Jadi saya pikir bagaimana saya memutuskan untuk berpolitik memang saya sudah mencintai lingkungan organisasi.

2. Kenapa memilh PDI Perjuangan sebagai kendaraan?

Karena bagi saya PDI Perjuangan satu-satunya partai nasionalis yang konsisten memperjuangkan ajaran Bung Karno, saya yakin partai politik di Indonesia banyak yang bercorak nasionalis tapi yang paling mendekati dan paling konsisten memperjuangkan ajaran-ajaran Bung Karno yaitu adalah PDI Perjuangan. Saya berpikir untuk memutuskan berpolitik dan PDI Perjuangan-lah wadahnya bahkan saya mencintai PDI Perjuangan terlebih dahulu, baru mencintai politik. Jadi bagi saya politik praktis yang saya jalani saat ini adalah bukti konsistensi saya dan kecintaan saya kepada PDI Perjuangan.

3. Bagaimana melihat serta menilai anak-anak muda yang terjun ke politik?

Pertama, soal keterlibatan anak muda ke politik itu tidak bisa dihindarkan karena kita sedang memasuki situasi yang namanya bonus demografi, dimana kita berada di semua lini. Artinya dari perekonomian, sektor pariwisata hingga sektor apapun termasuk semua lini pekerjaan pasti ada anak muda, termasuk politik. Jadi saya berpikir di kesempatan inilah orang-orang harus terbiasa melihat wajah-wajah anak muda ada di politik, bahkan saya yakin di 2024 nanti usia cenderung memasuki usia anak muda mendominasi di perpolitikan daripada orang-orang yang sudah senior, meski tetap tidak menutup peluang untuk hadir di pentas politik. 

Saya merasa bahwa kehadiran anak muda di politik bukan sebagai suatu hal yang luar biasa namun biasa-biasa saja karena memang secara hirarkinya anak muda memang selalu ada di setiap kesempatan. Contoh misalnya ketika masa perjuangan sebelum merdeka ada peristiwa Sumpah Pemuda yang didominasi kaum-kaum muda kemudian ketika reformasi 98 didominasi juga oleh para mahasiswa dimana penggeraknya adalah anak muda juga, lalu kemudian hampir semua lini dan sejarah bangsa ini pasti ada peranan kaum muda sehingga keterlibatan anak muda di politik bukan suatu hal yang aneh tapi biasa saja dan pasti ada.

4. Apa yang dirasakan selama terjun ke politik?

Saya mengalami sendiri bahwa diskriminasi itu bukan hanya diskriminasi gender saja tetapi diskriminasi usia misalnya dianggap anak muda yang terjun politik kurang pengalaman, pengetahuannya terbatas, lebih mengedepankan emosionalnya daripada nalar berpikirnya dan banyak stigma-stigma negatif yang kami terima tapi jangan lupa bahwa sejarah bangsa ini tidak pernah lepas dari hadirnya kaum muda.

Menurut saya kita belum tentu merdeka kalau saat itu kaum-kaum muda tidak menculik Soekarno ke Rengas Dengklok untuk kemudian memaksa akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan. Tidak akan ada peristiwa sumpah pemuda, peristiwa reformasi dan peristiwa besar bangsa ini tanpa ada kehadiran anak-anak muda. 

Jadi tidak ada masalah orang mau mendiskriminasi usia seperti apa karena tempatnya anak muda adalah justru sebagai ajang pembuktian kalau didiskriminasi. Isu perempuan dan lainnya justru menjadikan saya lebih termotivasi dan menjadi acuan bagi saya untuk bekerja lebih keras dan membuktikan bahwa tudingan-tudingan tersebut salah.

5. Apa tugas dan fungsi yang sudah dilakukan ke anak-anak muda?

Yang paling berat mungkin dianggap masih kurang pengalaman karena seperti saya memang tahun 2019 masih menyelesaikan studi saya di Universitas Trisakti, saya sempat juga berkiprah sebagai tenaga ahli di MPR RI hanya dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun memutuskan langsung terjun ke politik praktis, saat itu untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan saya mendapatkan suara terbanyak sehingga akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD.

Kemudian tantangannya setelah itu saya diberikan tanggung jawab serta amanah oleh partai sebagai ketua fraksi PDI Perjuangan di DPRD, dan itu banyak menimbulkan kecemburuan dari banyak orang karena dianggap saya masih 'new comer', usianya masih sangat muda hingga saya dijuluki sebagai anggota DPRD termuda saat itu. 

Sudah tentu banyak kecemburuan dari banyak orang dan menjadi pertanyaan banyak orang, bisa apa si Putri ini, mampu apa si Putri karena anak muda, perempuan belum mengerti bagaimana lika liku politik, belum mengerti bagaimana melakukan proses lobying atau bahkan mekanisme pemerintahan dan segala macam. Namun sepanjang proses perjalanan itu saya terus belajar tidak pernah berhenti belajar terus dan bertanya, serta mengenali banyak orang, juga diskusi dan saya menemukan bahwa tidak perlu takut atau malu untuk bertanya. Jadi saya tidak pernah merasa saya paling pintar, saya paling tau, ataupun saya mendapat amanah dari partai yang cukup strategis, sehingga saya pikir dimana pun tempatnya jangan pernah malu untuk belajar.

6. Fungsi serta tugas sebagai legislator mewakili kaum muda?

Kami sebagai legislator muda memiliki fungsi yang sama dengan lainnya yaitu badgeting, kontroling dan legislasi. Tapi tentu saya memiliki beberapa pandangan misalnya kecenderungan saya dalam menyusun beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang juga memikirkan bobot keterlibatan anak muda untuk dilibatkan dalam kehadiran-kehadiran setiap peraturan daerah, dalam pembangunan suatu kota dan semacamnya. Untuk di dapil atau konstituen saya sendiri saya hanya mewakili aspirasi anak muda untuk kemudian menyampaikan kepada pemerintah kota bahwa eksistensi anak muda di Kota Tangerang Selatan perlu dihadirkan.

7. Kenapa anak muda harus melek politik?

Karena pertama, saya merasa sebentar lagi bangsa ini akan ada bonus demografi, dan seperti di banyak negara dimana situasi jumlah kapasitas penduduk usia muda lebih banyak daripada usia yang tidak produktif, maka bangsa ini memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan bonus demografi. Seperti beberapa negara yang berhasil memanfaatkan itu diantaranya Cina serta Singapore dimana negaranya berhasil memanfaatkan potensi kaum muda untuk kemudian mengembangkan bangsanya. 

Untuk itu kita sebagai anak muda juga harus memanfaatkan bonus demografi itu karena memiliki tanggung jawab dan moral sejarah bangsa ini, tak hanya tanggung jawab pemerintah saja atau partai politik atau orang yang lebih senior, atau suku dan ras tertentu saja tentunya tidak. Namun semua warga negara memiliki kesempatan yang sama mengabdikan diri pada negaranya baik dari apapun gendernya, berapapun usianya, apapun agamanya dan apapun sukunya. Apapun dan siapaun dia peranan baik bagi bangsa perlu kita apresiasi kehadirannya dan meskipun anak muda yang mimiliki peranan tersebut juga perlu diapresiasi.

8. Harapan untuk anak muda yang akan memutuskan terjun ke dunia politik?

Tentu perlu kita akui bahwa masuk ke dunia politik bukan merupakan hal yang sederhana, sebab politik merupakan tempat dimana kita bertanggungjawab atas kesejahteraan banyak orang, bukan pribadi. Dimana di dalam politik menanggung aspirasi atau pandangan masyarakat yang kita wakili. 

Jadi ketika kita masuk ke politik banyak-lah berdiskusi, bertanya, menyerap aspirasi masyarakat dan yang terpenting adalah jangan pernah lelah untuk belajar. Kalau kita sudah merasa pintar itu yang akan membuat kita tersesat, maka yang pertama ketika ingin terjun ke politik adalah banyak belajar.

Sebab, kalau bukan di politik kita mau kemana lagi untuk memperjuangkan nasib banyak orang. Jika anak-anak muda sudah banyak mengeluh dan menyalahkan pemerintah maka cobalah kita terjun ke dunia politik sehingga menjadi bagian dari agen perubahan (agent of change).

Quote