Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Adi Wiryatama, mendorong agar program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Bali tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan kehidupan pada tanah dan sumber daya alam.
"Rehabilitasi hutan dan lahan bukan hanya soal menanam pohon, tetapi bagaimana kita menjaga tanah, air dan lingkungan agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat," ujarnya.
Hal tersebut disampaikan Adi Wiryatama dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), sekaligus penyerahan bantuan KBR, Bang PeSoNa dan bibit produktif di Kabupaten Tabanan, Selasa (1/9/2026).
Menurut Adi Wiryatama, tantangan lingkungan saat ini semakin kompleks. Kerusakan lingkungan, perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan hingga menurunnya produktivitas akibat degradasi hutan dan lahan membutuhkan langkah nyata dan berkelanjutan.
Ia menilai RHL menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam sekaligus mempertahankan fungsi hutan bagi kehidupan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan bibit produktif berupa sukun dan alpukat diserahkan melalui BPDAS Unda Anyar. Sementara bantuan Bang PeSoNa disalurkan melalui Balai Perhutanan Sosial Denpasar.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat tidak hanya melakukan penghijauan, tetapi juga mengembangkan tanaman yang memiliki nilai ekonomi. Bibit produktif yang ditanam diharapkan dapat membantu menghijaukan lahan-lahan kritis sekaligus memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Ketika tanaman tumbuh dan menghasilkan, masyarakat, khususnya petani, dapat memperoleh tambahan sumber pendapatan dari hasil pertanian produktif tersebut.
Politisi senior yang pernah menjabat Bupati Tabanan dua periode dan Ketua DPRD Bali itu menegaskan, penyaluran bantuan juga mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.
Komisi IV DPR RI, kata dia, akan terus mendorong agar program-program yang berkaitan dengan pertanian, kehutanan dan lingkungan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Harapan kita bantuan ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh para petani dan kelompok tani. Jangan sampai bantuan yang diberikan berhenti hanya pada saat penyerahan, tetapi benar-benar tumbuh dan memberikan hasil bagi masyarakat," katanya.
Selain bantuan bibit, dukungan terhadap sektor pertanian juga menjadi perhatian. Bantuan benih padi dan traktor diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus meringankan beban kerja para petani.
Menurut Adi Wiryatama, pembangunan sektor pertanian, kehutanan dan lingkungan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, terutama di daerah yang sebagian masyarakatnya masih bergantung pada sektor pertanian.
Sebagai wakil Bali di Komisi IV DPR RI, ia menegaskan akan terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali, khususnya yang berkaitan dengan pertanian, kehutanan dan lingkungan.
Ia juga mengajak pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kerja sama agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kalau hutannya terjaga, airnya terjaga dan tanahnya subur, maka kehidupan masyarakat juga akan lebih baik. Karena itu, mari kita rawat bersama bantuan yang diberikan dan yang lebih penting lagi, mari kita rawat tanah, air dan alam yang menjadi sumber kehidupan kita bersama," ajaknya.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar beserta jajaran, Kepala Balai Perhutanan Sosial Denpasar, Kepala UPTD KPH Bali Selatan, Kepala Desa Angsri, serta ketua dan anggota kelompok KBR, Bang PeSoNa dan para penerima bantuan bibit produktif.
Melalui kegiatan tersebut, RHL diharapkan tidak berhenti sebagai program penghijauan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun Bali yang lebih hijau, produktif dan berkelanjutan. Masyarakat sebagai penerima manfaat juga diharapkan menjadi bagian utama dalam menjaga dan memastikan keberlanjutan program tersebut.
"Semoga kegiatan ini membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Tabanan dan Bali secara umum," tutup Adi Wiryatama.

















































































