Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Agus Ambo Djiwa mendorong pondok pesantren di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi umat.
Hal itu disampaikan Agus saat menghadiri silaturahmi bersama keluarga besar Nahdlatul Wathan Pasangkayu, dikutip Minggu (10/5/2026).
Menurut Agus, pesantren tidak hanya memiliki peran penting dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan usaha produktif berbasis pertanian dan peternakan.
“Pesantren harus mulai berpikir mandiri secara ekonomi. Kalau ada lahan, bisa dikelola menjadi sawah produktif atau peternakan sehingga kebutuhan pesantren dan santri bisa dipenuhi sendiri,” ujar Agus dalam forum silaturahmi tersebut.
Kegiatan itu menjadi ajang diskusi antara tokoh agama dan pemerintah terkait pengembangan pesantren serta pemberdayaan masyarakat. Acara diawali dengan salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan makan malam bersama dalam suasana kekeluargaan.
Dalam forum dialog, Tenaga Ahli DPR RI Muliadi Shaleh turut menyampaikan pengantar mengenai pentingnya kepemimpinan dan tanggung jawab sosial dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
Agus Ambo Djiwa mengapresiasi kontribusi Nahdlatul Wathan dalam bidang pendidikan dan dakwah di Pasangkayu. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi masyarakat.
Selain mendorong pengembangan pertanian dan peternakan di lingkungan pesantren, Agus juga menyinggung pentingnya pemanfaatan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi santri dan pelajar agar akses pendidikan semakin terbuka luas.
Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap pesantren tidak hanya berupa bantuan pendidikan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi agar lembaga pendidikan berbasis keagamaan mampu tumbuh lebih mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, Dewan Pembina Nahdlatul Wathan Sulawesi Barat Kiyai Syakirah menilai pertemuan tersebut penting untuk mempererat hubungan antara ulama dan pemerintah dalam membangun masyarakat.
Ia berharap komunikasi dan kerja sama yang terjalin dapat terus diperkuat, terutama dalam mendukung pengembangan pesantren dan peningkatan kesejahteraan umat di daerah.
Di akhir kegiatan, Ustad Mustaan menyampaikan rencana pelaksanaan Musyawarah Wilayah dan Musyawarah Daerah Nahdlatul Wathan se-Sulawesi Barat sebagai agenda konsolidasi organisasi ke depan.
Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh keakraban. Seluruh peserta berharap adanya dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan pesantren di Pasangkayu, baik dalam bidang pendidikan, dakwah, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

















































































