Tasikmalaya, Gesuri.id - Pada Minggu (8/8), Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan satu-satunya zona hijau level 2 di Jawa Barat, mengadakan syukuran peresmian sederhana monumen Situs Circle Stone Batu Melingkar Jahyang yang sudah tertunda hampir 2 bulan lebih karena PPKM.
Baca: Ocehan Biden Jakarta Tenggelam, Anies Salah Stop Reklamasi !
Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi, S.P mendapat kehormatan untuk meresmikan Situs yang berada di Kampung Cipeujit, Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya tersebut.

Peresmian situs tersebut ditandai dengan gunting pita Monumen Batu Melingkar Jahiang oleh Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi, S.P dan mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr.Anton Charlian,MPKN sebagai penggagas pelestarian Situs Batu Melingkar Jahiang.
Anton Charliyan yang sejak awal menjadi tokoh paling depan dalam pelestarian Situs Batu Melingkar Jahiang, berharap situs tersebut bisa menjadi kebanggan masyarakat Sunda. Sebab situs tersebut bisa menjadi bukti bahwa Sunda mempunyai sejarah panjang dalam peradaban, baik di Indonesia maupun dunia.

Abah Anton, panggilan akrab mantan Kapolwil Priangan itu, juga berharap Situs Batu Melingkar bisa dikembangkan dan dikelola oleh warga lokal khususnya Sunda, jangan sampai diambil dan dikuasai pihak asing.
"Orang lain mempunyai satu Circle Stone saja sudah bangga, kita di sini mempunyai puluhan, jangan sampai warisan sejarah ini dikuasai pihak asing. Situs yang terdiri dari puluhan kumpulan batu melingkar ini warisan budaya dan sejarah yang bernilai tinggi, dan baru pertama kali ditemukan di Indonesia, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan," ungkap Anton.
Anton melanjutkan, jumlah Circle Stone yang ada di sini sebanyak 37 buah. Dan bisa dikatakan, terbanyak di dunia.
"Warga masyarakat Desa Jahiang harus bangga dengan adanya situs ini,”papar Mantan Kapolda Jabar itu

Hadi Permana Sofyan selaku Ketua Ekspedisi Circle Stone mengungkapkan bahwa dari ekspedisi yang dilakukan, ia menemukan 37 batu melingkar atau Circle Stone. Dan diperkirakan masih banyak batu melingkar yang terkubur di komplek makam keramat Sembah Tuan Alam yang berlokasi di Desa Jahiang ini.
Baca: Politikus Ikan Lele Ala Abdul Mu'ti, Arteria: Mawas Diri !
Selain batu melingkar, Hadi menyampaikan bahwa timnya menemukan beberapa gua yang berada di dekat lokasi batu melingkar tersebut. Diantaranya ada gua munding/kerbau yang mitosnya pada zaman dahulu pernah terjadi peristiwa yang menggegerkan warga Jahiang, dimana ada seorang anak masuk ke gua tersebut dengan membawa seekor kerbau, sore hari saat anak tersebut keluar sudah menjadi kakek-kakek dan kerbaunya bertambah menjadi 10 ekor.
“Kemudian ada hal yang sangat menakjubkan di komplek Batu Melingkar ini, yaitu ketika saat sebelum dilakukan excavasi sinyal HP maupun HT tidak tertangkap, namun setelah 7 bulan lamanya dilakukan excavasi dan penelitian, dengan ditemukannya batu-batu melingkar tersebut, sekarang HT bisa menjangkau lebih dari 150 km," ujarnya.

















































































