Ikuti Kami

BAGUNA PDI Perjuangan Jawa Timur Buka Posko Pelayanan Untuk Muktamirin Muktamar ke-35 NU di Jombang

Posko kami tidak besar dan apa yang kami sediakan juga sederhana. Ini bagian dari upaya kami untuk ikut berbahagia menyambut Muktamar NU"

BAGUNA PDI Perjuangan Jawa Timur Buka Posko Pelayanan Untuk Muktamirin Muktamar ke-35 NU di Jombang
Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Rudi Afianto, mengatakan posko tersebut merupakan bentuk sederhana keikutsertaan PDI Perjuangan Jawa Timur dalam menyambut pelaksanaan Muktamar NU. (istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) membuka posko pelayanan bagi para muktamirin yang menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.

Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Rudi Afianto, mengatakan posko tersebut merupakan bentuk sederhana keikutsertaan PDI Perjuangan Jawa Timur dalam menyambut pelaksanaan Muktamar NU.

“Posko kami tidak besar dan apa yang kami sediakan juga sederhana. Ini bagian dari upaya kami untuk ikut berbahagia menyambut Muktamar NU dan memberikan sedikit pelayanan kepada para kiai, nyai, santri, dan muktamirin yang datang ke Jombang,” kata Rudi, Selasa (25/8/2026).

Posko yang berada di sekitar kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas itu menyediakan sejumlah layanan secara gratis, mulai dari pelayanan kesehatan ringan, tempat beristirahat, makanan ringan, minuman, kopi, hingga beberapa pelayanan sederhana lainnya.

Menurut Rudi, banyak peserta Muktamar NU datang dari berbagai daerah dan harus menempuh perjalanan panjang. Karena itu, Baguna ingin menyediakan tempat yang dapat dimanfaatkan para muktamirin untuk beristirahat maupun mendapatkan pemeriksaan kesehatan ringan.

“Monggo mampir. Kalau lelah, bisa beristirahat sebentar. Kalau ingin memeriksa kondisi kesehatan, teman-teman Baguna siap membantu. Semuanya kami siapkan dengan semangat gotong royong dan memuliakan tamu,” ujarnya.

Di sela pelayanan kepada muktamirin, Baguna juga memberikan edukasi sederhana mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Menurut Rudi, pengetahuan tersebut penting karena berbagai wilayah Indonesia memiliki risiko bencana yang berbeda, mulai dari gempa bumi, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan hingga bencana hidrometeorologi.

“Kebetulan saudara-saudara kita yang hadir di Muktamar datang dari berbagai penjuru Indonesia. Kami ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang mitigasi. Tidak perlu menunggu bencana datang untuk belajar kesiapsiagaan. Mengenali risiko di lingkungan, memahami jalur evakuasi dan mengetahui apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat adalah pengetahuan sederhana yang bisa menyelamatkan diri kita dan orang lain,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, edukasi mitigasi merupakan bagian dari kerja Baguna yang berjalan berdampingan dengan kegiatan tanggap darurat dan pelayanan kemanusiaan. Baguna PDI Perjuangan berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi berbagai peristiwa sosial maupun bencana.

Semangat tersebut juga diwujudkan secara nasional. PDI Perjuangan baru-baru ini memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati menuju Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk memperkuat tim Baguna dan relawan kesehatan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa. Kapal tersebut membawa tenaga kesehatan, obat-obatan dan berbagai kebutuhan pelayanan medis.

“Beberapa hari lalu PDI Perjuangan juga memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati ke Flores untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa. Itu bagian dari semangat yang sama: ketika masyarakat membutuhkan, Baguna dan seluruh kekuatan gotong royong Partai berusaha hadir dan membantu sesuai kemampuan,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, kerja kemanusiaan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Dalam situasi bencana, kerja kemanusiaan dapat berupa tenaga kesehatan dan bantuan darurat. Sementara dalam kegiatan masyarakat seperti Muktamar NU, hal tersebut dapat diwujudkan melalui pelayanan kesehatan, tempat beristirahat, maupun berbagai kebutuhan sederhana peserta.

“Baguna pada dasarnya ingin selalu dekat dengan kerja kemanusiaan. Tetapi khusus di Muktamar ini, kami datang untuk ikut berbahagia dan melayani. Posko kami sederhana, mudah-mudahan ada manfaatnya,” katanya.

Rudi berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berlangsung lancar, teduh dan penuh persaudaraan serta menghasilkan keputusan terbaik bagi NU, umat, bangsa dan negara.

“Sugeng rawuh di Jawa Timur, sugeng rawuh di Jombang. Selamat bermuktamar. Monggo mampir ke posko kami. Semoga seluruh muktamirin selalu diberikan kesehatan dan Muktamar membawa keberkahan serta kemaslahatan untuk Indonesia,” pungkas Rudi.

Quote