Ikuti Kami

Banteng Kabupaten Sidoarjo Gelar Aksi Merawat Bumi Pertiwi

Raymond Tara Wahyudi mengatakan, partainya membuka diri terhadap kritik dan aspirasi anak muda.

Banteng Kabupaten Sidoarjo Gelar Aksi Merawat Bumi Pertiwi
Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Hari Yulianto.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Hari Yulianto mengatakan, kegiatan penanaman pohon merupakan wujud kepedulian partai terhadap kelestarian lingkungan dan upaya merawat bumi pertiwi.

“Bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh menjadi pengingat bahwa kelalaian dalam menjaga lingkungan berdampak serius bagi kehidupan manusia,” kata Hari saat membuka kegiatan.

Menurut Hari, gerakan menanam pohon juga merupakan bagian dari nilai dan teladan yang diwariskan Presiden pertama RI Sukarno serta Megawati Soekarnoputri, yang menempatkan isu lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari gerakan politik.

Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah

Ia mencontohkan, Presiden Sukarno pernah mengirim ribuan bibit pohon mimba ke Arab Saudi seusai menunaikan ibadah haji. Selain mempererat hubungan diplomatik kedua negara, pohon-pohon tersebut hingga kini menjadi peneduh bagi jemaah haji.

“Begitu pula Ibu Megawati, saat menjabat Presiden, mendorong pengembangan kebun raya di berbagai daerah sebagai paru-paru kota untuk menjaga kualitas udara dan resapan air,” kata Hari, yang juga anggota DPRD Jawa Timur.

Sementara Panitia pelaksana penanaman pohon, Kusumo Adinugroho, menjelaskan bahwa sebanyak 79 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenis pohon yang ditanam antara lain juwet, pucuk merah, jambu biji, dan jeruk.

“Jumlah 79 bibit ini disesuaikan dengan peringatan HUT ke-79 Ibu Megawati yang jatuh pada Jumat, 23 Januari 2026,” ungkapnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Raymond Tara Wahyudi menambahkan jika sehari sebelumnya, Jumat (23/1/2026), DPC PDI Perjuangan Sidoarjo juga menggelar forum dialog bertajuk The Youth Fighting di kantor DPC. Kegiatan ini diikuti anak-anak muda dari berbagai kecamatan di Sidoarjo.

Forum tersebut memberi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan keresahan dan kritik secara terbuka, termasuk kritik terhadap PDI Perjuangan dan kebijakan pemerintah.

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte 

Sejumlah persoalan yang disampaikan antara lain mahalnya biaya kuliah, adanya pungutan di tingkat sekolah menengah atas, serta terbatasnya lapangan pekerjaan.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Raymond Tara Wahyudi mengatakan, partainya membuka diri terhadap kritik dan aspirasi anak muda.

“PDI Perjuangan adalah partai yang terbuka. Kritik dari anak-anak muda kami terima, dan aspirasi mereka akan kami wadahi serta perjuangkan bersama,” pungkas Tara.

Quote