Ikuti Kami

Heboh Suara AI Bung Karno di Bioskop: Ratusan Penonton Terkesima Saat Sambut Bulan Bung Karno

Merdeka!” Suara AI Bung Karno Sapa Penonton di Pemutaran Film Joko Anwar 'Ghost in the Cell' Metropole XXI.

Heboh Suara AI Bung Karno di Bioskop: Ratusan Penonton Terkesima Saat Sambut Bulan Bung Karno
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Jakarta, Gesurii.id  - Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, Kulturanesia menggelar pemutaran film Ghost in the Cell, karya Joko Anwar di Metropole XXI, Kompleks Megaria, Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).

Jelang pemutaran film dimulai, pukul 11.45 WIB, suara pengumuman oleh announcer pun menggema di studio Metropole XXI. Berbeda dari biasanya, suara announcer mirip dengan suara Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno.

Dari pesan suara hasil teknologi AI itu, Bung Karno mengajak generasi muda untuk terus mendukung perfilman Indonesia. Selain itu, ia mengajak untuk mengapresiasi karya-karya seni anak bangsa.

“Saudara-saudara sekalian, film Indonesia adalah kebanggaan kita. Harus kita dukung. Saat ini, seluruh pintu teater telah dibuka. Saudara sekalian, dipersilakan masuk. Mari kita apresiasi karya anak bangsa. Merdeka!” seru suara Bung Karno.

Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar

Mendengar itu, ratusan penonton pun merasa terkesima dan bangga. Mereka pun mengabadikan dengan ponsel masing-masing saat suara Bung Karno bergema. Pemutaran film pun di mulai tepat pukul 12.00 WIB, dimana 4 studio secara serentak memutar film Ghost in the Cell.

Dalam acara itu turut hadir sejumlah tokoh diantaranya, Wagub DKI Rano Karno, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kepala BKN PDIP Once Mekel, Krisdayanti, serta pemeran film, Aming. Mereka menonton di studio yang berbeda. Hasto bersama Aming, Krisdayanti sempat berpose bersama penonton sebelum pemutaran film dimulai di studio 3 Metropole.

Pantauan di lokasi, sejak pukul 10.00 WIB, ratusan tamu undangan telah memadati arena studio Metropole XXI. Mereka begitu antusias untuk menonton film Ghost in the Cell.

Diketahui, film Ghost in the Cell menceritakan tentang teror hantu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Angsana yang membunuh para narapidana dan mengubah mayat mereka menjadi instalasi seni mengerikan.

Baca: Ganjar Pranowo Bongkar Akar Sistemik Korupsi

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Kebudayaan Nasional PDIP Once Mekel mengungkapkan, bahwa Bung Karno adalah orang yang multidimensional dari segi pemikiran dan rasa cintanya terhadap seni dan film.

“Beliau ikut membuat tonil, panggung, kemudian juga membuat tulisan, cerita, membuat lagu, dan sebagainya. Pendeknya, beliau adalah seniman dan juga pelaku, sangat mencintai,” kata Once dalam kesempatan itu.

Anggota DPR RI ini pun mengungkapkan bahwa perfilman Indonesia perlu didukung agar film Indonesia tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan berbicara di kancah internasional.

“Semoga kebudayaan kita bisa menginspirasi kita menjadi kekuatan persatuan kita, menjadi kekuatan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa kita,” tandas Once.

Quote