Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Bidang Pertanian dan Pangan DPP PDI Perjuangan, Sadarestuwati, menegaskan posisi strategis PDI Perjuangan sebagai kekuatan penyeimbang tunggal dalam dinamika politik nasional saat ini.
Penegasan tersebut disampaikannya dalam agenda Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan 21 Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jombang yang dihadiri 231 kader struktural di Ballroom Gedung Niaga, Jombang, dikutIp Selasa (2/6/2026).
“Bagaimana nasib bangsa ini ke depan? Hari ini bangsa bersandar kepada PDI Perjuangan karena satu-satunya partai yang berada di luar pemerintah sebagai penyeimbang tinggal kita. Apapun kondisinya, baik sendiri maupun ada kawan, kita tetap harus bersuara menyaring aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sadarestuwati, peran penyeimbang tersebut harus diwujudkan melalui keberanian kader dan anggota fraksi untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat. Karena itu, ia meminta seluruh kader yang duduk di lembaga legislatif agar aktif menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Saya minta seluruh anggota fraksi aktif di ruang-ruang sidang, jangan pernah takut menyuarakan apa yang terjadi di tengah rakyat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, politisi yang akrab disapa Mbak Estu itu juga menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilainya semakin menantang.
Ia menyinggung pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp18.000 per dolar Amerika Serikat dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Bohong kalau kenaikan dolar tidak berpengaruh ke ekonomi daerah. Sebagian besar yang dikonsumsi masyarakat saat ini disokong bahan baku impor. Beras untuk kelas menengah, kedelai untuk tahu-tempe, hingga jagung pun masih impor. Produksi kedelai nasional kita hanya 200 ribu ton, sementara kebutuhan lebih dari satu juta ton. Ini kenyataan pahit yang harus kita hadapi,” ungkapnya.
Sadarestuwati menilai ketergantungan terhadap impor pangan menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi. Menurutnya, penguatan produksi dalam negeri harus menjadi prioritas agar ketahanan pangan nasional tidak rentan terhadap gejolak ekonomi global.
Selain persoalan ekonomi, ia juga menaruh perhatian besar terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan sektor pertanian. Sadarestuwati mengkritisi rencana pembukaan kawasan hutan untuk lahan pertanian yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak ekologis jangka panjang.
“Kita bicara swasembada, tapi lahan produktif kita setiap tahun berkurang. Sekarang ada rencana membabat 1,1 juta hektar hutan di Jawa, padahal hutan kita tinggal sedikit. Apa yang akan dirasakan anak cucu kita kalau hutan habis? Jika El Nino terjadi, sumber air akan minim dan petani akan semakin sulit. Tugas PDI Perjuangan adalah menemani rakyat untuk berani menolak kebijakan yang memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan kehidupan mereka,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, Sadarestuwati juga memberikan apresiasi kepada DPC PDI Perjuangan Jombang yang telah menginisiasi gerakan penanaman pohon bagi setiap kader yang berulang tahun. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus investasi bagi generasi mendatang.
Ia menegaskan bahwa perjuangan politik harus selalu berpijak pada kepentingan rakyat dan keberlanjutan pembangunan, bukan sekadar mengejar kekuasaan.
Untuk memperkuat kapasitas kader menjelang Pemilu 2029, Sadarestuwati mengumumkan rencana pembukaan Sekolah Partai yang akan dimulai pada Juli mendatang. Program tersebut diwajibkan bagi pengurus PAC yang baru dilantik agar memahami sejarah, ideologi, dan nilai-nilai perjuangan partai.
“Setelah dilantik, tolong Saudara segera bekerja. Kalau sudah menyatakan sanggup, maka harus siap diberi tugas-tugas kepartaian. Kita butuh gerak langkah bersama dan soliditas; ojo gampang tukaran karo koncone dewe (jangan mudah bertengkar dengan teman sendiri),” terangnya.
Ia menutup arahannya dengan mengajak seluruh kader untuk menjaga kekompakan dan memperkuat gotong royong demi mengembalikan kejayaan partai di Kabupaten Jombang.
“Kita harus bergotong royong untuk mengembalikan kejayaan PDI Perjuangan di Jombang,” pungkasnya.

















































































