Ikuti Kami

Ida Nurlaela Datangi Langsung Disabilitas Netra, Ma Ukay, Bentuk Perhatian Konkret Kepada Warga di Dapil

“Ini salah satu bentuk komitmen kami sebagai wakil rakyat. Apalagi rakyat memberikan amanat kepada kami sebagai anggota DPR RI."

Ida Nurlaela Datangi Langsung Disabilitas Netra, Ma Ukay, Bentuk Perhatian Konkret Kepada Warga di Dapil
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, mendatangi langsung kediaman Ma Ukay (77) dan anaknya, Titi (56), seorang penyandang disabilitas netra di Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (6/6/2026). 

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, mendatangi langsung kediaman Ma Ukay (77) dan anaknya, Titi (56), seorang penyandang disabilitas netra di Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (6/6/2026). 

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian konkret terhadap warga yang sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan dan kini telah menempati rumah layak huni hasil program bedah rumah yang diinisiasi Ida bersama pemerintah desa dan para donatur.

“Ini salah satu bentuk komitmen kami sebagai wakil rakyat. Apalagi rakyat memberikan amanat kepada kami sebagai anggota DPR RI. Tentunya hal ini menjadi bentuk perhatian konkret kepada warga masyarakat yang berada di daerah pemilihan (dapil),” tutur Ida Nurlaela.

Menurut Ida, keluarga lansia tersebut memang layak mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak. Selain menghadapi keterbatasan ekonomi, Ma Ukay dan anaknya juga harus berjuang menghadapi persoalan kesehatan serta kondisi disabilitas yang mereka alami sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan rumah dilakukan melalui semangat gotong royong dengan melibatkan Kepala Desa (Kuwu) Sindangwangi serta berbagai elemen masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan Ma Ukay dan Titi dapat tinggal di hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman.

Ida menuturkan kondisi keluarga tersebut sangat memprihatinkan. Titi mengalami tunanetra, sementara Ma Ukay harus menghadapi penyakit menahun sekaligus gangguan pendengaran yang cukup serius.

Tidak hanya menyerahkan rumah baru, Ida juga membagikan puluhan paket sembako kepada warga sekitar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda reses sekaligus upaya menyerap aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.

Sementara itu, bantuan hunian layak yang diterima memunculkan rasa syukur mendalam dari Ma Ukay. Lansia berusia 77 tahun itu mengaku kehidupannya bersama sang anak kini berubah jauh lebih baik dibandingkan saat masih tinggal di gubuk yang tidak layak huni.

“Alhamdulillah, berkat kebaikan Ibu Ida, saya sekarang bisa tidur dengan nyenyak. Rumah ini sudah sangat nyaman untuk kami tinggali bersama,” ucap Ma Ukay.

Perubahan terbesar yang dirasakan Ma Ukay adalah saat menjalankan ibadah sehari-hari. Kondisi rumah yang lebih layak membuatnya dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.

“Sekarang saya sudah bisa mendirikan salat di atas lantai yang bersih. Dulu, karena kondisi lantai gubuk kami hancur dan kotor, saya terpaksa biasa salat di atas kasur,” ungkap Ma Ukay lirih.

Ia berharap seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan rumah tersebut mendapatkan balasan kebaikan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Sebelum program bedah rumah dilaksanakan, kondisi Ma Ukay dan putrinya sempat menjadi perhatian publik setelah kisah mereka viral di media. Sorotan tersebut kemudian mendorong berbagai pihak untuk turun tangan memberikan bantuan dan solusi nyata bagi keluarga tersebut.

Quote