Ikuti Kami

Kematian Pedagang Cermin Bambang Setiyawan, Puan Maharani Minta Aparat Usut Tuntas

Puan: Kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas.

Kematian Pedagang Cermin Bambang Setiyawan, Puan Maharani Minta Aparat Usut Tuntas
Ketua DPR RI Puan Maharani (istimewa).

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta aparat penegak hukum mengusut secara tuntas kematian pedagang cermin Bambang Setiyawan (59) yang ditemukan dalam kondisi pingsan saat kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Puan menegaskan pengusutan diperlukan untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang menyebabkan Bambang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

"Kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Bambang ditemukan pingsan ketika kericuhan terjadi di kawasan Pejompongan pada Kamis (27/8/2026) malam. Ia kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut Puan, aparat penegak hukum harus mengungkap fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan, termasuk mengumpulkan bukti-bukti yang dapat menjelaskan rangkaian peristiwa tersebut.

Puan juga menanggapi adanya dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya dalam kericuhan yang terjadi di kawasan tersebut.

Ia menyerahkan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, apabila dugaan tersebut nantinya terbukti berdasarkan hasil penyelidikan, persoalan itu harus ditangani secara tuntas.

"Bila memang terbukti ya harus diselesaikan dengan tuntas," ujar Puan.

Ia sekaligus mengingatkan agar aksi unjuk rasa berlangsung secara tertib dan tidak berkembang menjadi kericuhan maupun tindakan perusakan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menjelaskan kronologi penanganan Bambang ketika terjadi kericuhan di Pejompongan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan petugas tidak dapat langsung mengevakuasi Bambang karena kondisi di lokasi masih tidak aman.

Menurut dia, petugas harus terlebih dahulu memastikan kawasan tersebut aman sebelum melakukan evakuasi terhadap korban.

"Begitu lokasi sudah berhasil diamankan, Tim Biddokkes Polda Metro Jaya langsung mengevakuasi seorang laki-laki yang ditemukan dalam kondisi pingsan," kata Budi.

Bambang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Bambang belum dapat disimpulkan melalui pemeriksaan autopsi. Pihak keluarga disebut menolak dilakukannya autopsi terhadap jenazah.

Di sisi lain, GRIB Jaya membantah adanya keterlibatan anggotanya dalam kematian Bambang. Organisasi tersebut menyatakan keberadaan anggotanya ketika kericuhan berlangsung tidak sampai ke kawasan Pejompongan.

Dengan adanya perbedaan keterangan tersebut, pengusutan aparat penegak hukum menjadi penting untuk memastikan rangkaian peristiwa secara objektif serta mengungkap fakta di balik kematian Bambang Setiyawan.

Quote