Pangkalpinang, Gesuri.id — Aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam berbagai ruang pertemuan menjadi catatan bagi Banteng Muda Indonesia (BMI) Bangka Belitung untuk dikawal dan dikomunikasikan kepada pihak terkait.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris BMI Bangka Belitung, Rais Abdillah, setelah BMI menggelar program Makan Bareng Rakyat (Mabar) bersama komunitas lintas ojek online (ojol) Pangkalpinang, Minggu (4/10/2026) beberapa hari lalu. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.
Rais mengatakan, Mabar bukan hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga memberi kesempatan bagi BMI untuk mendengar langsung persoalan yang disampaikan masyarakat.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
“Bagi BMI, aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi catatan yang akan kami kawal. Tentu kami akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait sesuai kewenangannya, sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa mendapat perhatian," ujar Rais.
Dalam pertemuan bersama komunitas ojol tersebut, sejumlah persoalan disampaikan, di antaranya antrean BBM, kebutuhan parkir yang representatif bagi pengemudi ojol, hingga usulan penyediaan tempat berteduh. Persoalan desil juga menjadi salah satu pembahasan.
Menurut Rais, BMI tidak berada pada posisi untuk menjanjikan penyelesaian setiap persoalan. Namun, pihaknya berupaya untuk memastikan aspirasi yang sudah disampaikan tetap menjadi perhatian dan dikomunikasikan kepada pihak yang memiliki kewenangan.
“Kami tentu tidak bisa menjanjikan semua aspirasi langsung terealisasi. Tetapi yang bisa kami lakukan adalah memastikan aspirasi tersebut tidak hilang setelah disampaikan dan terus kami komunikasikan kepada pihak yang berkaitan,” kata Rais yang juga merupakan Tenaga Ahli Anggota DPR RI Rudianto Tjen.
Ketua BMI Bangka Belitung, Bayu Hardiyanto, sebelumnya mengatakan Mabar merupakan salah satu program BMI untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengarkan persoalan yang mereka hadapi.

“Salah satu program BMI ialah makan bareng rakyat (Mabar). Mabar episode pertama ini kita mabar dengan kawan-kawan ojol dan Ketua DPRD Babel,” ujar Bayu.
Bayu mengatakan komunitas ojol memiliki peran dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, menurutnya, para pengemudi ojol juga perlu memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi.
“Kawan-kawan ojol ini punya peran penting dalam menggerakkan perekonomian, terutama di Kopi Es Sudirman. Bahkan, kawan-kawan ojol bisa menyampaikan aspirasi ke Pak Ketua DPRD Babel,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengatakan dirinya ingin mendengarkan secara langsung persoalan yang dihadapi para pengemudi ojol di Pangkalpinang.
“Mabar ini sangat penting untuk memperkuat silaturahmi dan mendengarkan secara langsung aspirasi kawan-kawan ojol. Rajaku adalah rakyat. Semoga kawan-kawan ojol semakin kompak dan jaga kesehatan,” katanya.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Didit juga menyampaikan terima kasih kepada BMI Babel yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada BMI yang telah menginisiasi kegiatan Mabar dan tetap semangat. Karena BMI adalah sayap partai PDI Perjuangan." Ujarnya.
Salah satu driver ojol Pangkalpinang, Revi, mengapresiasi pertemuan tersebut. Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum dan dapat ditindaklanjuti.
“Kami sangat berterima kasih kepada Mas Bayu dan Pak Didit yang aspiratif menampung curhatan kawan ojol. Semoga saja bahasan salah satu keinginan tempat berteduh kawan ojol tahun 2027 bisa terealisasi,” tutupnya.

















































































