Ikuti Kami

Maria Lestari Kagumi Dedikasi Christian Mara Lestarikan Budaya Dayak Lewat Sanggar Tamai Ogong

Christian Mara, seniman senior asal Kalimantan Barat, dikenal sebagai budayawan sekaligus pengrajin alat musik Sape—alat musik petik khas Da

Maria Lestari Kagumi Dedikasi Christian Mara Lestarikan Budaya Dayak Lewat Sanggar Tamai Ogong

Jakarta, Gesuri.id – Suasana hangat terasa ketika Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Maria Lestari, berkunjung ke kediaman sekaligus Sanggar Tamai Ogong yang didirikan oleh Christian Mara.

Sanggar sederhana itu menyimpan kekayaan budaya Dayak yang tak ternilai, mulai dari alat musik tradisional, lagu daerah, hingga kisah perjuangan seorang seniman yang mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni dan tradisi leluhur.

Christian Mara, seniman senior asal Kalimantan Barat, dikenal sebagai budayawan sekaligus pengrajin alat musik Sape—alat musik petik khas Dayak yang merdu. Tidak hanya membuat, ia juga menciptakan lagu-lagu daerah serta menularkan kecintaannya kepada generasi muda agar seni Dayak terus hidup di tengah perkembangan zaman.

Maria Lestari tampak terkesan dengan perjalanan panjang Christian Mara. Baginya, apa yang dilakukan sang seniman bukan sekadar karya, melainkan sebuah warisan peradaban.

“Saya sangat terkesan dan mengapresiasi kepada Bapak Christian Mara yang telah mengembangkan dan mengajarkan seni Dayak kepada generasi muda. Bahkan, karyanya telah dikenal hingga mancanegara. Ia juga membangun sanggar untuk melestarikan budaya Dayak, mulai dari pengrajin alat musik, pencipta lagu daerah, pelestari budaya, hingga seniman yang mendunia,” ujar Maria Lestari dilansir dari akun Instagramnya, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, upaya Christian Mara adalah contoh nyata bagaimana budaya lokal dapat bertahan bahkan berkembang melampaui batas daerah, ketika ada dedikasi, kerja keras, dan cinta terhadap tradisi.

Kiprah Christian Mara pun menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di sanggarnya, anak-anak muda belajar membuat alat musik tradisional, memainkan Sape, serta mengenal lagu-lagu daerah yang mungkin sudah jarang terdengar. Sanggar Tamai Ogong kini menjadi pusat edukasi budaya, tempat di mana identitas Dayak dipelihara sekaligus dipromosikan ke panggung dunia.

Bagi Maria Lestari, dukungan terhadap para pelestari budaya seperti Christian Mara adalah hal penting yang tidak boleh diabaikan negara. “Budaya adalah jati diri bangsa. Kita harus memastikan ada ruang, ada dukungan, agar pejuang-pejuang budaya seperti Bapak Christian Mara bisa terus berkarya dan menginspirasi,” pungkasnya.

Dengan kiprahnya, Christian Mara bukan hanya seniman, melainkan penjaga warisan budaya Dayak. Lewat tangan dan musiknya, dunia kini mengenal lebih dekat harmoni tradisi yang lahir dari tanah Kalimantan Barat.

Quote