Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI yang juga Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, mengajak seluruh kader PDI Perjuangan di Tanah Papua untuk menjadikan perayaan Natal sebagai momentum refleksi iman sekaligus penguatan komitmen perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat kecil.
Pesan tersebut ia sampaikan dalam ibadah Natal bersama keluarga besar DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua yang digelar di lokasi pemancingan Yoka, Kota Jayapura.
“Kalau sudah diberi kepercayaan, jangan sombong. Hidup ini ada naik dan turun. Tidak ada yang abadi selain kebaikan,” kata Komarudin, dikutip pada Jumat (26/12/2025).
Ibadah Natal tersebut mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan diawali dengan prosesi pemasangan lilin Natal. Kegiatan ini dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Benhur Tomi Mano, jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Papua, serta Bupati Waropen FX Mote. Kehadiran para pimpinan partai dan kepala daerah tersebut mencerminkan kuatnya kebersamaan dan persaudaraan dalam keluarga besar PDI Perjuangan Papua.
Ibadah dipimpin oleh Wakil Sekretaris Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Handry W. D. Kakiay, S.Th, yang menyampaikan refleksi Natal berdasarkan Injil Matius 4:16. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa peristiwa Natal merupakan bukti nyata kehadiran Allah dalam sejarah kehidupan manusia, termasuk dalam tatanan sosial dan pemerintahan.
“Natal adalah tanda bahwa Allah peduli kepada orang-orang kecil, kepada mereka yang hidup dalam penderitaan dan ketidakadilan,” ujar Pdt. Handry dalam refleksinya.
Ia juga mengingatkan bahwa kelahiran Yesus Kristus terjadi di tengah situasi ketidakadilan dan penindasan, sehingga Natal harus dimaknai sebagai panggilan untuk berpihak kepada keadilan dan menolak penyalahgunaan kekuasaan.
“Orang yang hidup dalam terang akan memperjuangkan keadilan dan tidak membiarkan kekuasaan disalahgunakan. Spirit itulah yang seharusnya hidup dalam setiap insan politik,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Komarudin Watubun menegaskan keberpihakan kepada wong cilik merupakan nilai utama yang harus terus dijaga oleh seluruh kader PDI Perjuangan. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan dan jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mengabdi kepada masyarakat.
Sebagai Ketua Mahkamah Partai, Komarudin menyatakan bahwa amanah jabatan harus dijalankan dengan kerendahan hati dan tanggung jawab moral yang tinggi. Ia juga menyambut baik pesan spiritual yang disampaikan dalam ibadah Natal tersebut sebagai pengingat bahwa perjuangan politik harus dilandasi nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
Komarudin berharap ibadah Natal bersama ini menjadi titik awal untuk membangun semangat baru PDI Perjuangan Papua ke depan, sekaligus mempererat persaudaraan lintas wilayah di Tanah Papua.
“Kita boleh berbeda wilayah administrasi, tetapi Orang Papua harus tetap satu dalam kesatuan budaya dan persaudaraan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Komarudin Watubun juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal 25 Desember 2025 dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2026 kepada seluruh umat Kristiani dan masyarakat Papua. Ia berharap semangat Natal terus menjadi terang dan kekuatan bagi semua pihak dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.
“Semoga Natal memberi terang dan kekuatan bagi kita semua untuk terus memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan,” pungkasnya.

















































































