Bekasi, Gesuri.id - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa penghormatan terhadap para lanjut usia (lansia) tidak boleh sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan harus diwujudkan sebagai sikap hidup, kebudayaan, dan arah kebijakan politik bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto saat menghadiri peringatan Hari Lansia Internasional yang diselenggarakan bersamaan dengan Hari Kesehatan Mental di Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (1/10).
"Hari ini kita berkumpul untuk menundukkan kepala dengan penuh hormat kepada mereka yang telah melangkah lebih dahulu demi masa depan. Para lansia adalah orang tua dan senior kita, di mana dalam diri mereka tersimpan sejarah peradaban bangsa," ujar Hasto di hadapan para kader dan jajaran pengurus partai.
Baca: Ini Perjalanan Panjang Ganjar Pranowo Jadi Ketua Kagama

Dalam kesempatan tersebut, Hasto turut menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Ia menekankan bahwa keberpihakan terhadap lansia merupakan bagian dari gerak kemanusiaan dan penjelmaan dari nilai-nilai Pancasila.
"Membela lansia adalah membela kemanusiaan, merawat lansia adalah merawat sejarah bangsa, dan menghormati lansia adalah menghormati perjalanan Indonesia Raya," ucapnya mengutip instruksi Megawati.
Hasto mengapresiasi usulan jajaran partai untuk menggabungkan peringatan Hari Lansia dengan Hari Kesehatan Mental. Menurutnya, kesadaran dan kebijakan publik yang berpihak pada kelompok rentan—khususnya lansia—masih sangat minim di Indonesia.
Namun, ia memuji langkah Pemerintah Kota Bekasi yang dinilai memberi teladan nyata melalui penyediaan fasilitas pendidikan khusus bagi para senior.
"Kota Bekasi melalui Wali Kota Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Haris telah memberi contoh nyata dengan menghadirkan Sekolah Lansia. Ini adalah pelopor gerakan kemanusiaan yang patut dicontoh daerah lain," tuturnya.

Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
Lebih lanjut, Hasto mengingatkan kutipan Bung Karno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat dan menghargai mereka yang telah membesarkannya. Ia meminta masyarakat tidak menilai lansia hanya dari aspek produktivitas fisik semata.
"Lansia bukan sekadar klaim data kependudukan atau angka statistik. Mereka adalah manusia bermartabat, saksi zaman, penyimpan pengalaman, penjaga nilai, sekaligus jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan," kata Hasto.
Ia juga mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, solidaritas, serta merawat semangat gotong royong bagi kelompok lansia agar tidak kehilangan harapan di usia senja.

















































































