Ikuti Kami

Putra: PSSI Selamat KLB, Sepakbola Perlu Desain Besar

Putra: Selamat berkongres PSSI semoga bisa melahirkan figur pemimpin yang bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi dunia sepak bola RI.

Putra: PSSI Selamat KLB, Sepakbola Perlu Desain Besar
Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan. (istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan memberikan ucapan selamat kepada PSSI yang akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dalam rangka melakukan pemilihan Ketum PSSI yang baru. Pemilihan Ketum PSSI ini menjadi sangat penting karena begitu besar harapan masyarakat Indonesia yang ingin melihat wajah sepak bola Indonesia berubah menjadi lebih baik dengan mengukir lebih banyak prestadsi di masa depan. 

Baca: Putra Nababan Minta Kemenpora Benahi PSSI

"Selamat berkongres untuk PSSI semoga bisa melahirkan figur pemimpin yang bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi dunia sepak bola di Indonesia yang saat ini suram," katanya Rabu (15/2) di Jakarta. 

Menurut Putra, siapapun nanti yang terpilih untuk menakhodai PSSI periode 2023-2027 bisa bergerak cepat dalam membenahi urusan sepak bola di Indonesia yang semakin hari semakin ruwet. Rakyat Indonesia sudah bosan mendengarkan masalah-masalah yang ada di tubuh PSSI yang tidak pernah tuntas. Untuk itu dirinya mendesak agar Ketum PSSI bisa menginisiasi agar PSSI memiliki grand design sepak bola nasional secara komprehensif. 

"Dengan grand design atau cetak biru ini kita bisa memetakan masalah sebelum memulai membenahi semua masalah sepak bola di Indonesia. Grand design ini juga bisa menjadi pijakan dalam mengembangkan dunia sepak bola dalam setahun, 5 tahun, 10 tahun hingga 20 tahun ke depan," katanya Rabu (15/2) di Jakarta. 

Menurut Putra, dengan PSSI memiliki grand design tersebut maka kita bisa melihat sejauh mana pencapaian sepak bola nasional sehingga jika masih ada salah satu sektor yang perlu diperbaiki tinggal dilakukan pembenahan. "Sudah saatnya dunia sepak bola nasional membutuhkan grand design baru yang menjadi pijakan atau landasan dalam menata sepak bola secara keseluruhan. Grand design ini mulai dari pembibitan atlet bola usia dini, kompetisi liga 1, liga 2 dan liga 3 hingga masalah infrastruktur sepak bola mulai dari stadion, training center hingga kesejahteraan pemain bola saat sudah memasuki masa pensiun," tandasnya. 

Karena itu, tambah Putra, Ketum PSSI harus siap bergadang demi membenahi masalah sepak bola Indonesia. Bahkan semua pengurus PSSI yang baru juga harus siap terjaga 24 jam untuk memajukan sepak bola nasional. "Masalah PSSI ini seperti mata air yang sudah terlalu keruh sehingga saluran airnya yang mengalir ke berbagai penjuru juga menjadi keruh. Jadi sudah sulit sekali untuk dibersihkan bahkan sudah menimbulkan kerak dan karat," katanya di Jakarta Rabu (15/2) 

Putra menyebutkan, masalah sepak bola Indonesia itu sudah terlalu banyak dan tidak pernah berubah. Mulai dari masalah pembinaan usia muda yang tidak berjalan dengan baik, pengelolaan kompetisi liga yang semrawut, integritas dan fair play dalam kompetisi, industri sepakbola yang tidak profesional hingga masalah supporter yang menyebabkan terjadinya tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu. "Membenahi sepak bola bukan semata urusan teknis sepakbola seperti taktik atau formasi, melainkan juga urusan manajerial, bisnis, penegakan hukum, juga urusan political will dan dukungan," katanya.

Baca: Putra Nababan Minta Kemenpora Benahi PSSI

Lebih lanjut Putra menyebutkan, kalau saat ini,5 dunia olah raga nasional sudah memiliki UU No 11 tahun 2022. UU tersebut menjadi payung dalam meningkatkan prestasi olah raga nasional sekaligus menjadi pijakan dalam rangka peningkatan prestasi dan perbaikan iklim keolahragaan serta tata cara keolahragaan yang sesuai dengan perkembangan masyarakatn dan kompetisi keolahragaan dunia. 

 "Di dalam UU No 11 tahun 2022 juga diatur mengenai pengelolaan suporter termasuk di dalamnya hak dan kewajiban suporter. Dengan adanya UU ini maka suporter olahraga mendapatkan perlindungan hukum, baik di dalam dan maupun di luar pertandingan," katanya.

Quote