Ikuti Kami

Dhea Sartika Jadi Ketua FPTI Banyuwangi, Siap Cetak Atlet Panjat Tebing Berprestasi

Dhea terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan dari mayoritas anggota FPTI Banyuwangi.

Dhea Sartika Jadi Ketua FPTI Banyuwangi, Siap Cetak Atlet Panjat Tebing Berprestasi
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Dhea Sartika, mendapat kepercayaan menjadi Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Banyuwangi Periode 2026-2030 - Foto: Web DPD PDI Perjuangan Jatim

Banyuwangi, Gesuri.id - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Dhea Sartika, mendapat kepercayaan menjadi Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Banyuwangi Periode 2026-2030.

Ia resmi mendapat jabatan baru melalui Musyawarah kabupaten (Muskab) yang digelar di aula SMK Muhamadiyah 8 Siliragung, Senin (16/2/2026).

Dhea terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan dari mayoritas anggota FPTI Banyuwangi. Usai terpilih sebagai Ketua FPTI Banyuwangi, Dhea bersyukur atas kepercayaan yang diberikan padanya.

“Saya merasa bersyukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin FPTI Banyuwangi untuk periode 2026-2030. Mohon dukungannya agar olaraga panjat tebing di Bumi Blambangan semakin berprestasi,” ujar Dhea.

Dhea juga menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi yang terbaik bagi kemajuan olaraga pajat tebing di Banyuwangi.

Menurutnya, fokus utama kepengurusan, di antaranya, pembinaan atlet sejak usia dini secara berjenjang, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyediaan sarana dan prasarana yang sesuai standar kompetisi tingkat nasional.

“Yang tidak kalah penting adalah melakukan dan memberikan pembinaan, khususnya dari usia dini hingga menjadi atlet dewasa, secara berkelanjutan untuk meningkatkan prestasi ke depan,” jelasnya.

Dhea juga mengungkapkan pentingnya untuk menghadirkan kompetisi sebagai wadah bagi atlet muda untuk berkembang.

“Memberikan wadah berupa kompetisi sehingga atlet punya ambisi karena mendapatkan apresiasi atau hadiah,” terangnya.

Ia juga ingin membangun citra olahraga panjat tebing agar lebih dekat dengan masyarakat, sehingga olahraga panjat tebing tidak lagi dianggap sebagai olahraga alternatif.

“Membuat olahraga panjat tebing menjadi fun, tidak terkesan menakutkan sehingga bisa menjaring khalayak. Panjat tebing bukan menjadi olahraga alternatif tetapi olahraga yang eksis dan mampu menorehkan prestasi dalam kancah nasional maupun internasional,” tuturnya.

Quote