Ikuti Kami

Ruth Naomi Rumkabu Ajak Warga Biak Giat Menanam Komoditas Pengganti Beras

Ruth: Saya mengunjungi kebun-kebun masyarakat dan lokasi baru yang dibuka untuk berkebun.

Ruth Naomi Rumkabu Ajak Warga Biak Giat Menanam Komoditas Pengganti Beras
Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu, terus melakukan gerakan nyata dalam mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Biak Numfor. dimana ia turun langsung ke lapangan, mengunjungi lokasi pertanian/kebun dan mengajak masyarakat untuk giat menanam makanan pengganti beras.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu, terus melakukan gerakan nyata dalam mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Biak Numfor. dimana ia turun langsung ke lapangan, mengunjungi lokasi pertanian/kebun dan mengajak masyarakat untuk giat menanam makanan pengganti beras.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut instruksi dari PDI Perjuangan yang meminta seluruh kader turun ke akar rumput, guna memastikan masyarakat memiliki cadangan pangan sendiri dan siap menghadapi berbagai situasi.

"Saya mengunjungi kebun-kebun masyarakat dan lokasi baru yang dibuka untuk berkebun. Tujuannya untuk sosialisasi dan konsolidasi agar kita bersama-sama giat menanam makanan pengganti nasi," ujar Ruth Naomi saat ditemui di lokasi kegiatan, dikutip Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, potensi sumber karbohidrat di Papua khususnya Biak sangat melimpah. Masyarakat diminta untuk kembali memaksimalkan komoditas lokal seperti ubi kayu atau kasbi, keladi, petatas, dan jagung.

"Kita tidak selalu berharap kepada nasi, tapi kita punya makanan karbohidrat sendiri yang berasal dari tanah dan wilayah adat kita. Ini agar masyarakat punya ketahanan pangan sendiri," tegasnya.

Dalam sosialisasinya, Ruth juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam. Ia mengimbau masyarakat untuk mengolah kembali lahan-lahan yang sudah pernah digarap, dan mengurangi kebiasaan menebang hutan primer atau hutan baru hanya untuk pertanian sementara.

"Kebiasaan kita kalau menanam keladi sering tebang hutan baru. Padahal pohon itu tumbuh puluhan bahkan ratusan tahun, sedangkan keladi hanya dipanen 3-6 bulan. Jadi kita sosialisasi supaya lahan lama digarap kembali, dan kita cari cara agar tanah tetap subur dengan pupuk alami," jelasnya.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk membantu masyarakat. Jika ada permintaan terkait sarana prasarana seperti bibit dan pupuk, pihaknya siap menindaklanjuti.

Salah satu petani di Kebun Ambai, Mama Christina Marandof, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan perhatian yang diberikan. Ia membuktikan bahwa berkebun mampu menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

"Terima kasih banyak Ibu Ruth yang sudah datang. Tuhan yang membalas kebaikan Ibu. Di sini kami menanam sayur-sayuran, kasbi, kangkung, ketimun, jagung, dan petatas. Sudah panen dua kali, ini yang ketiga kalinya kami tanam kembali," ungkapnya.

Mama Christina menceritakan, hasil panen tidak hanya untuk makan sendiri, tetapi juga dijual di pasar. Bahkan, dari hasil kebun inilah ia mampu membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya hingga menjadi orang sukses.

"Bapak mereka sudah meninggal tahun 2021, tapi Puji Tuhan, dari hasil kebun ini saya bisa menghidupi lima anak saya. Satu jadi Brimob, tiga jadi pegawai, satu kerja di toko. Itu semua dari hasil kebun. Jadi saya ajak ibu-ibu, jangan hanya diam di rumah, manfaatkan lahan untuk berkebun," Ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Frans Randongkir, Manwaren Kain Karkara Biak (KKB) Mananwir, yang juga merupakan petani di Kebun Dounadik. Ia menekankan pentingnya semangat dan konsistensi dalam bertani.

"Kita ajak keluarga untuk berkebun supaya ekonomi bertambah dan tidak kekurangan apa-apa. Lokasi tanah jangan dijual atau dibiarkan, tapi harus diolah agar bermanfaat. Kita tanam ketimun, keladi, rica, dan lain-lain. Petani itu bukan cuma tanam, tapi harus dirawat dan dikonsistenkan, supaya hasil panen maksimal dan bisa dijual dengan harga pasar yang layak," ungkapnya.

Dihari pertama kunjungannya, Ruth Naomi Rumkabu mengunjungi petani/kebun di wilayah Biak Barat, dan di hari kedua ini ia menyambangi Kebun Darfuar, Kebun Ambai, dan Kebun Dounadik

Quote