Nagekeo, Gesuri.id – DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa Flores di Kabupaten Nagekeo, Sabtu (22/8).
Bantuan didistribusikan langsung ke enam titik pengungsian di wilayah Kecamatan Boawae.
Enam lokasi yang dikunjungi meliputi Posko Bokela di Kelurahan Natanage; Posko Lego dan Posko Lego II di Kelurahan Natanage Timur; serta Posko Blok C, Posko Boanage, dan Posko Rua Pagonage di Kelurahan Nageoga.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Patris Laliwolo, bersama jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nagekeo. Selain menyerahkan logistik, rombongan menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pengungsi untuk menyerap aspirasi dan mendata kebutuhan mendesak.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, warga di pengungsian masih sangat membutuhkan pasokan bahan pangan, selimut, perlengkapan tidur, serta layanan kesehatan beserta obat-obatan.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Patris Laliwolo, menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas nyata terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Kehadiran kami adalah bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami masa sulit. Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini,” ujar Patris di sela-sela dialog bersama warga.
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
Menurut Patris, penanganan dampak bencana tidak boleh terhenti pada masa tanggap darurat semata. Dukungan psikologis dan logistik harus terus bergulir hingga kondisi kehidupan warga benar-benar pulih. Oleh karena itu, PDI Perjuangan NTT mendorong pemerataan distribusi bantuan, terutama bagi posko-posko terpencil yang belum tersentuh penanganan maksimal.
Warga setempat menyambut hangat kehadiran rombongan dan menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Namun, mengingat banyaknya rumah yang rusak dan ancaman kecemasan yang masih membayangi, warga berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus mengalir selama masa pemulihan.
"Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi kepedulian dan solidaritas tidak boleh ikut runtuh," pungkas Patris.

















































































