Ruteng, Gesuri.id – Komisi IX DPR RI melakukan inspeksi mendalam ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah tersebut.
Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan logistik medis dan daya tampung penanganan warga terdampak secara optimal.
"Kedatangan kami untuk melihat langsung kondisi fasilitas kesehatan di Manggarai, guna memastikan seluruh faskes yang ada beroperasi dengan kapasitas penuh dalam melayani masyarakat," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, saat kunjungan kerja di Ruteng, Jumat (21/8).
Baca:
Kerusakan parah pada bangunan utama rumah sakit dan puskesmas memaksa layanan kesehatan dialihkan ke area terbuka. Komisi IX mencatat, pengoperasian tenda-tenda darurat kini difungsikan secara mendadak sebagai Instalasi Gawat Darurat (IGD), unit radiologi, hingga ruang perawatan intensif untuk persalinan.
Meski harus beroperasi di bawah keterbatasan sarana darurat, penanganan medis bagi korban luka maupun ibu melahirkan dilaporkan tetap berjalan sesuai standar. Hasil pemantauan memverifikasi bahwa para ibu dan bayi yang lahir di tenda darurat dalam kondisi vital yang stabil.
"Meski sarana fisik sangat memprihatinkan, tingkat pemulihan klinis pasien dan proses persalinan berjalan dengan baik. Ini menjadi indikator positif penanganan awal di lapangan," jelas Charles.
Charles berharap peninjauan bersama jajaran Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan ini segera ditindaklanjuti dengan intervensi konkret dari pemerintah pusat demi menjamin keberlanjutan pelayanan medis.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan urgensi pembangunan kembali fasilitas kesehatan permanen, khususnya di wilayah Ruteng dan Tepo. Ia menilai keberadaan rumah sakit darurat tidak bisa diandalkan dalam jangka panjang.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
"Jika ada dukungan dari Komisi IX, khusus untuk rumah sakit di Flores, kami rekomendasikan agar bisa segera didukung dan dibangun kembali," imbau Melki.
Melki memaparkan, tingkat kerusakan sarana kesehatan akibat gempa berkisar dari rusak sedang hingga hancur total. Berdasarkan data sementara Posko Bencana Provinsi NTT, terdapat sedikitnya 384 fasilitas kesehatan yang terdampak gempa dan membutuhkan perbaikan mendesak.
Menanggapi hal tersebut, Komisi IX DPR RI mendesak kementerian terkait untuk segera mengalokasikan anggaran khusus rekonstruksi infrastruktur medis, agar kapasitas pelayanan kesehatan di Flores dapat segera pulih total.

















































































