Ikuti Kami

Sarat Makna Sosial, DPC PDI Perjuangan Depok Sembelih Hewan Kurban di Hari Raya Iduladha 1447 H

Perayaan hari besar Islam ini memiliki esensi yang sangat mendalam bagi seluruh kader dan masyarakat luas.

Sarat Makna Sosial, DPC PDI Perjuangan Depok Sembelih Hewan Kurban di Hari Raya Iduladha 1447 H
​Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Imam Turidi.

​Depok, Gesuri.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Depok merealisasikan kepedulian sosialnya pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan menggelar pemotongan hewan kurban. 

Kegiatan religi sekaligus sosial ini dipusatkan di Jalan Masjid Alhukama Nomor 5, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (27/5).

​Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Imam Turidi, menegaskan bahwa perayaan hari besar Islam ini memiliki esensi yang sangat mendalam bagi seluruh kader dan masyarakat luas.

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmennya Untuk Berantas KKN

​“Iduladha bukan hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pelajaran sosial, kemanusiaan, dan spiritual bagi masyarakat,” ujar Imam Turidi saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).

​Ia menjelaskan bahwa makna Iduladha bagi umat Islam merupakan simbol ketakwaan dan kepatuhan mutlak kepada Allah SWT. Perayaan ini sekaligus menjadi pengingat sejarah atas ketaatan luar biasa yang dicontohkan oleh para nabi terdahulu.

​“Iduladha mengingatkan pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menunjukkan ketaatan total kepada perintah Allah,” kata Imam Turidi dengan penuh takzim.

​Dari keteladanan itulah, lanjut pria yang akrab disapa IT ini, esensi berkurban bertransformasi menjadi sebuah gerakan sosial yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga yang membutuhkan. Menurutnya, ibadah ini memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mengikis kesenjangan ekonomi di masyarakat.

​“Makna pengorbanan kurban bukan sekadar menyembelih hewan, namun menjadi kegiatan sosial. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat luas, termasuk fakir miskin,” tutur Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Depok tersebut.

​Melalui momentum ini, nilai persatuan dan kesetaraan juga terlihat jelas di lokasi pemotongan hewan kurban. Menurutnya, seluruh elemen warga berbaur menjadi satu tanpa sekat.

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Demokrasi Harus Dirawat Dengan Baik!

​“Saat kurban, masyarakat berkumpul tanpa melihat jabatan, kekayaan, atau status sosial. Semua duduk sebagai sesama manusia dan sesama umat,” ungkap legislator yang akrab dikenal dengan sebutan “Dewan SKTM” ini.

​Menutup keterangannya, Imam turut melayangkan doa dan harapan terbaik bagi warga Indonesia yang saat ini sedang menunaikan ibadah rukun Islam kelima di Tanah Suci.

​“Semoga diberi kesehatan, kelancaran ibadah, dan kembali ke Tanah Air sebagai haji dan hajjah yang mabrur,” pungkas Imam Turidi.

Quote