Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, mempertanyakan skema pembiayaan dan keberlanjutan operasional proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI di Jambi.
“BUMN Karya membangun jalan tol di Sumatera ini tentu adalah penugasan dari pemerintah. Di satu sisi ini penting untuk pembangunan ekonomi di Sumatera, tapi di sisi lain secara bisnis cukup berat. Kenapa? Karena lalu lintasnya belum ramai seperti di Pulau Jawa,” jelas Adisatrya, dikutip Selasa (14/4/2026).
Ia menyampaikan, pembangunan tol di Sumatera selama ini mendapat dukungan melalui penyertaan modal negara (PMN) untuk menjaga keberlangsungan proyek yang dikerjakan oleh BUMN karya.
Menurutnya, dari sisi permodalan, dukungan PMN membuat beban pembangunan tidak sepenuhnya ditanggung oleh BUMN.
“Namun kami juga pertanyakan tadi untuk operasi, untuk maintenance, ini seperti apa, karena kan jalan tol juga harus dipelihara. Ada yang ruas yang sudah bisa membiayainya sendiri tapi ada juga yang belum.”
Selain itu, Komisi VI DPR RI juga mendalami kesiapan BUMN dalam menghadapi tantangan pembiayaan jangka panjang, terutama jika dukungan PMN tidak lagi tersedia di masa mendatang.
“Terkait pembiayaan kami juga tanyakan ke depan kalau tidak ada lagi PMN, penyertaan modal negara. Tadi disampaikan mereka sedang mengkaji beberapa opsi financing untuk menyelesaikan proyek Trans Sumatera ke depan," ungkap Adisatrya.
Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya terkait aspek pembiayaan, operasional, dan keberlanjutan proyek sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur nasional.

















































































