Sumenep, Gesuri.id - Upaya memperluas akses listrik di wilayah kepulauan Madura kembali mendapat dorongan besar. Pemerintah Kabupaten Sumenep menerima hibah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 Megawatt (MW) dari PT Torang IWIP Berbakti, lengkap dengan baterai penyimpanan energi berkapasitas 8 MW.
Bantuan energi terbarukan tersebut akan dipasang di dua wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan listrik, yakni Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken dan Pulau Gili Labak, Kecamatan Talango.
Bupati Sumenep yang juga politisi PDI Perjuangan Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi atas dukungan BPI Danantara bersama Yayasan Torang IWIP Berbakti yang memberikan hibah panel surya untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat kepulauan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Sumenep, khususnya yang tinggal di wilayah kepulauan dengan kebutuhan listrik yang cukup tinggi,” ujar Bupati Fauzi usai penandatanganan MoU di Wisma Danantara, Minggu (15/3/2026).
Pemkab Sumenep menilai proyek PLTS ini akan memperkuat ketahanan energi lokal sekaligus mempercepat pemerataan akses listrik di wilayah terpencil. Berdasarkan data pemerintah daerah, rasio elektrifikasi Sumenep pada 2021 masih sekitar 71 persen.
Namun melalui berbagai program dan dukungan pihak swasta, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 92 persen pada 2025. Kehadiran PLTS di Pagerungan Kecil dan Gili Labak diharapkan mampu menutup kekurangan akses listrik di wilayah kepulauan yang selama ini masih terbatas.
“Dengan PLTS ini, kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi lebih optimal dan berkelanjutan, sehingga pemerataan akses energi di kepulauan bisa semakin cepat tercapai,” jelas Fauzi.
Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah antara Pemkab Sumenep dan Yayasan Torang IWIP Berbakti. Selain itu, turut diteken perjanjian kerja sama dengan PT PLN (Persero) terkait pengoperasian PLTS di Pulau Pagerungan Kecil dan Pulau Gili Labak.
“Kerja sama tersebut diharapkan mampu memastikan pemanfaatan energi surya berjalan optimal dan memberikan suplai listrik stabil bagi masyarakat setempat,” tandasnya.
CEO BPI Danantara, Rosan P. Roeslani, berharap pembangunan proyek PLTS dapat segera diselesaikan agar masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya.
“Kami berharap PLN dapat menyelesaikan proyek ini pada Mei 2026, sehingga fasilitas PLTS dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Program pengembangan energi terbarukan di wilayah kepulauan ini juga sejalan dengan program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses listrik hingga ke wilayah terpencil dan terluar Indonesia.
Dengan hadirnya PLTS tersebut, pemerintah menargetkan masyarakat di daerah kepulauan dapat menikmati akses energi yang lebih stabil, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

















































































