Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Cirebon, Sarifudin menilai, Pemkot Cirebon belum optimal dalam pengelolaan sektor pariwisata.
Sehingga Kota Cirebon hanya sebatas jadi kota transit, bukan tujuan bagi wisatawan.
“Kota Cirebon belum menjadi kota tujuan utama bagi wisatawan luar daerah, melainkan baru sebatas alternatif tujuan atau bahkan transit,” kata Lik, sapaan akrabnya, Kamis (8/1).
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon itu menyayangkan kondisi tersebut. Terlebih Kota Cirebon memiliki sejumlah destinasi wisata sejarah dan budaya, serta tradisi dan kuliner yang beragam.
“Jadi intinya, destinasi wisata di Kota Cirebon belum sepenuhnya terkelola dengan baik, yang berimbas kepada monotonnya destinasi wisata. Jadi destinasi wisata di Kota Cirebon kesannya hanya itu-itu saja,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Anggota Fraksi PDIP lainnya, Umar Stanis Klau. Menurutnya, perlu penyegaran tata kelola pariwisata di Kota Cirebon agar menjadi magnet utama bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Memang betul adanya destinasi wisata di Kota Cirebon itu bukan sebagai tujuan utama. Kadang ada mahasiswa yang datang untuk penelitian dan sebagainya. Hal ini terjadi karena destinasi wisata belum ter-eksplore dengan baik,” kata anggota Komisi III DPRD itu.
Wakil rakyat dari Dapil Kalijaga-Argasunya itu juga turut menyoroti masih adanya keluhan dari wisatawan. Misalnya terkait harga tiket masuk, retribusi parkir, hingga kebersihan di tempat wisata.
“Pemkot Cirebon harus mengakui bahwa fakta di lapangan bahwa kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi priortas utama, jika Kota Cirebon ingn jadi kota tujuan wisata,” katanya.

















































































