Ikuti Kami

Yulian Gunhar Sebut Ledakan Pipa Gas di Inhil Sinyal Perlawanan Mafia Migas

Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan bahwa kedaulatan energi harus kembali ke tangan pemerintah dan negara.

Yulian Gunhar Sebut Ledakan Pipa Gas di Inhil Sinyal Perlawanan Mafia Migas
Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, menyoroti insiden ledakan dan kebakaran hebat pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat (2/1/2026).

Ledakan dahsyat itu memicu kobaran api menjulang hingga sekitar 15 meter ke udara, menciptakan kepanikan warga sekitar. Yulian menilai insiden tersebut sebagai peristiwa yang sangat langka serta tidak biasa.

Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis

Menurut Gunhar, peristiwa tersebut berkaitan erat dengan komitmen kuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan kedaulatan energi ke pangkuan negara, sehingga pengelolaannya benar-benar diarahkan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

“Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan bahwa kedaulatan energi harus kembali ke tangan pemerintah dan negara, bukan dikuasai oleh mafia migas. Maka, setiap upaya yang mengganggu infrastruktur energi strategis patut dicurigai sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan negara,” kata Gunhar dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Ia menilai ledakan pipa gas tersebut berpotensi menjadi pesan perlawanan dari mafia migas yang selama ini tertekan oleh langkah-langkah tegas pemerintah. Ia menegaskan, ketika mafia migas tidak lagi leluasa melakukan sabotase terhadap kilang, pola serangan dialihkan ke jaringan pipa gas.

“Kalau ini benar ulah mafia migas, berarti mereka sedang terdesak. Ini pesan terhadap negara. Pemerintah tidak boleh kalah,” tegasnya.

Baca: Ganjar Harap Kepemimpinan Gibran Bisa Teruji

Politisi PDI Perjuangan itu juga menekankan bahwa insiden ini harus menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor energi untuk memperketat pengamanan objek vital nasional serta mempercepat agenda pembersihan mafia migas.

“Ini kejadian yang sangat langka dan belum pernah terjadi sebelumnya. Negara harus hadir penuh. Aparat penegak hukum wajib mengusut tuntas dan memastikan kedaulatan energi benar-benar berada di tangan negara demi kemakmuran rakyat,” pungkasnya.

Quote