Kediri, Gesuri.id — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kediri bekerja sama dengan Anggota Komisi IX DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) VI Jawa Timur, Pulung Agustanto, menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Rabu (12/8).
Kegiatan edukasi masyarakat tersebut berfokus pada kolaborasi strategis dalam penguatan keamanan pangan serta percepatan penanganan krisis tengkes (stunting) di tingkat pedesaan.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Pulung Agustanto, yang juga bertindak sebagai bapak asuh pencegahan stunting di Kabupaten Kediri, menegaskan pentingnya pemenuhan gizi yang terencana sejak dini guna memutus rantai stunting menuju target Indonesia Emas.
"Edukasi mengenai gizi dan keamanan pangan harus disampaikan langsung ke masyarakat akar rumput. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat dan berdaya saing," ujar Pulung.
Dalam kegiatan KIE tersebut, pihak BPOM memberikan pemahaman praktis kepada warga desa mengenai tata cara memilih, mengolah, dan mengonsumsi produk pangan olahan agar terhindar dari zat kimia berbahaya. Keamanan konsumsi pangan di tingkat rumah tangga dinilai sebagai fondasi utama penanganan stunting.
Selain itu, BPOM dan DPR RI mendorong warga untuk mengoptimalkan potensi bahan pangan lokal yang dikelola secara higienis. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan desa sekaligus mencukupi kebutuhan nutrisi harian keluarga secara sehat dan efisien.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Pendiwan. Ia menyampaikan hadir untuk mendampingi kunjungan kerja anggota DPR RI sekaligus mendukung langkah preventif BBPOM Kediri.
"Kami mengapresiasi sinergi antara BPOM dan DPR RI yang turun langsung menyapa warga di Kecamatan Kandangan. Program edukasi seperti ini sangat dibutuhkan warga desa untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dan konsumsi makanan yang aman," tutur Pendiwan.

















































































