Ikuti Kami

Buleks Desak Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Harga Pangan

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan.

Buleks Desak Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Harga Pangan
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono.

Surabaya, Gesuri.id – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional maupun modern menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN).

“Pengawasan ini penting dilakukan secara rutin, terutama menjelang momen seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Ramadhan, agar tidak terjadi gejolak harga yang memberatkan masyarakat,” ujar Budi Leksono kepada awak media di Surabaya, Sabtu (7/2).

Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih

Pria yang akrab disapa Buleks ini meminta dinas terkait turun langsung ke lapangan untuk memantau stok pangan. Selain memastikan distribusi lancar, langkah tersebut bertujuan mencegah praktik penimbunan yang berpotensi memicu kenaikan harga secara mendadak.

Budi menekankan pentingnya sinergi antara dinas pertanian, dinas perekonomian, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, hingga perusahaan daerah pengelola pasar.

“Koordinasi yang solid antarinstansi akan memudahkan pemerintah mengambil langkah cepat ketika ditemukan indikasi lonjakan harga,” tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan-PAN DPRD Surabaya tersebut.

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian khusus meliputi beras, gula, cabai, telur, serta bahan kue yang biasanya mengalami peningkatan permintaan. Selain stabilitas harga, Budi juga meminta pengawasan terhadap peredaran barang kedaluwarsa demi melindungi konsumen.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi, DPRD mendorong Pemkot Surabaya memasang papan harga transparan di pasar-pasar besar. Papan ini berfungsi menampilkan daftar harga harian sehingga masyarakat memiliki acuan harga yang jelas sekaligus menjadi alat kontrol bagi pemerintah.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Upaya lain yang dinilai efektif adalah penyelenggaraan pasar murah. Budi menyarankan pemkot menggandeng pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

“Jika ditemukan pelanggaran seperti permainan harga atau penimbunan, pemerintah harus tegas memberikan sanksi agar ada efek jera,” tambahnya.

Saat ini, menjelang Ramadhan 2026, tren kenaikan harga mulai terlihat pada sejumlah komoditas di Jawa Timur, termasuk beras, daging ayam ras, telur, cabai, serta bawang merah dan putih.

Quote