Ikuti Kami

Bupati Ipuk: Masyarakat Jangan Menggoda Pemerintah Untuk Tidak Taat Pada Aturan

Bupati Ipuk mengatakan Pemkab Banyuwangi membuka ruang pengawasan publik, namun tetap menekankan kepatuhan pada aturan.

Bupati Ipuk: Masyarakat Jangan Menggoda Pemerintah Untuk Tidak Taat Pada Aturan
Diskusi Kebangsaan yang menghadirkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama tokoh agama, tokoh budaya, dan elemen masyarakat di Rumah Kebangsaan Banyuwangi - Foto: Actanews.id

Banyuwangi, Gesuri.id - Bupati Banyuwangi yang juga politisi PDI Perjuangan Ipuk Fiestiandani dan jajaran pemkab hadir bersama lebih dari seratus tokoh lintas elemen dalam acara buka puasa di Rumah Kebangsaan, Karangrejo, Banyuwangi.

Mereka duduk satu forum dengan para undangan yang terdiri dari agamawan, akademisi, pegiat sosial, tokoh perempuan, pers, LSM, hingga budayawan—termasuk mereka yang selama ini dikenal kritis.

Bupati Ipuk mengatakan Pemkab Banyuwangi membuka ruang pengawasan publik, namun tetap menekankan kepatuhan pada aturan. 

“Kami tidak menghalangi masyarakat untuk memantau pemerintah. Tetapi jangan pula menggoda pemerintah untuk tidak taat pada aturan,” ujarnya, Sabtu (28/02).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis dibahas terbuka, di antaranya persoalan tambang, kondisi infrastruktur jalan, serta layanan publik. Para peserta menyampaikan pandangan dan pertanyaan secara langsung kepada kepala daerah.

Menanggapi berbagai kritik yang disampaikan, Ipuk menyebut hal tersebut sebagai bentuk perhatian masyarakat terhadap pemerintah daerah. 

“Ketika ada kritik kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, itu adalah bukti kecintaan masyarakat dan kepedulian terhadap pemerintah,” ungkapnya.

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kepala Kementerian Agama Choironi Hidayat, Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asymuni, Ketua FKUB Banyuwangi Nur Chozin, budayawan Aekanu Hariyono, serta akademisi dari berbagai kampus.

Quote