Bangka Barat, Gesuri.id - Bupati Bangka Barat, Markus mengatakan keberadaan dermaga-2 di Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok, melancarkan pelayanan penumpang yang akan menyeberang maupun datang di pelabuhan yang menghubungkan Pulau Bangka dengan Sumatera itu.
"Sampai sejauh ini perkembangan proses pembangunan dermaga sesuai target, kita harapkan bisa selesai tepat waktu sehingga masa libur akhir tahun bisa dioperasikan untuk melayani penumpang yang diperkirakan meningkat pada masa libur natal dan tahun baru," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Rabu (30/9/2026).
la berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan tidak mengalami kendala yang dapat menghambat target pengerjaan.
Jika Dermaga-2 sudah dapat digunakan saat masa libur akhir tahun, kapasitas pelayanan di Pelabuhan Tanjungkalian akan semakin optimal. Hal ini diharapkan dapat membantu mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan Pulau Bangka-Sumatera Selatan.
"Kita terus mendukung pengerjaan dermaga ini dan berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga pada saat natal dan tahun baru sudah bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.
Manajer Pembangunan Dermaga II Pelabuhan Tanjungkalian Edil Fitri mengatakan pekerjaan konstruksi masih berjalan sesuai rencana. Bahkan tim di lapangan terus melakukan percepatan agar proyek dapat selesai lebih awal.
Berdasarkan jadwal resmi, pembangunan dermaga-2 Tanjungkalian ditargetkan selesai pada 26 November 2026. Namun, melalui strategi percepatan pekerjaan, tim pelaksana optimistis pekerjaan itu dapat selesai pada 18 November 2026.
"Percepatan pekerjaan terus kita lakukan untuk memastikan dermaga dapat segera dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam menghadapi peningkatan aktivitas penyeberangan pada momentum libur akhir tahun ini," katanya.
Dari sisi teknis, kata dia, pekerjaan konstruksi sejauh ini tidak menghadapi kendala berarti, meskipun ada beberapa kendala, salah satu tantangan terbesar justru dari kondisi cuaca di kawasan Tanjungkalian yang sering berubah dan sulit diprediksi.
Angin kencang serta gelombang tinggi menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap aktivitas pekerjaan di lapangan. Kondisi tersebut dapat terjadi baik pada siang maupun malam hari sehingga pola kerja harus disesuaikan dengan situasi keselamatan dan kondisi perairan.
"Namun secara keseluruhan teknis pekerjaan berjalan lancar, meskipun beberapa kali kita menghadapi kendala angin kencang dan gelombang tinggi," ujarnya.
Meskipun demikian, pelaksana tetap berupaya menjaga laju pembangunan agar target percepatan tidak terganggu, pekerjaan terus dipercepat dengan tetap mempertimbangkan kondisi lapangan dan menjaga keselamatan tenaga kerja.
"Kita optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target percepatan yang telah ditetapkan, ini bagian dari upaya kita memenuhi instruksi Direktur Utama ASDP agar dermaga dapat digunakan secara penuh pada layanan libur natal dan tahun baru tahun ini," katanya.

















































































