Ngawi, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang, mengingatkan para pelajar SMK Islamiyah Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, agar senantiasa menjaga perilaku dan tidak berbuat zalim kepada sesama. Ia menegaskan, setiap perbuatan manusia akan mendapatkan balasan karena tidak ada satu pun tindakan yang luput dari pengawasan Tuhan Yang Maha Esa.
“Maka jangan berbuat zalim. Karena ada Allah SWT yang menyaksikan tingkah laku di dunia. Ingat, ada karma dari setiap perbuatan,” ujar Kanang saat menghadiri sarasehan bersama murid dan guru SMK Islamiyah Walikukun, dikutip Jumat (6/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kanang tidak hanya menyampaikan pesan moral kepada para pelajar, tetapi juga berbagi cerita mengenai perjalanan politik yang telah dilaluinya. Ia turut mengajak para siswa dan guru untuk mencermati berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang tengah menjadi perhatian publik.
Menurut Kanang, generasi muda perlu memiliki kesadaran moral serta kemampuan menyikapi berbagai persoalan dengan bijaksana. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati harus menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan pesan kepada para pelajar, Kanang juga menyoroti perkembangan politik nasional, khususnya terkait dugaan penyadapan terhadap sejumlah tokoh penting di Indonesia.
Ia menyebut dugaan penyadapan tersebut menjadi persoalan serius karena informasi yang beredar menyangkut berbagai kalangan, mulai dari pejabat negara, ketua partai politik, tokoh masyarakat, hingga Presiden.
“Jadi, negara ini memang kalau menurut saya ya, ada sinyal kuning mendekati merah. Maka ini harus bijak semua,” ucapnya.
Kanang menilai, dugaan penyadapan tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh agar persoalan menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, DPR akan mengawal persoalan tersebut untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat, termasuk siapa yang menjadi penggagas serta apa tujuan di balik dugaan tindakan penyadapan itu.
Menurutnya, proses penelusuran tidak boleh hanya menyasar pihak yang menjalankan tindakan di lapangan. Pihak yang diduga berada di balik peristiwa tersebut juga harus diungkap agar persoalan dapat diketahui secara utuh.
Kanang berharap seluruh pihak dapat menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin. Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian melalui mekanisme hukum yang berlaku sehingga tidak menimbulkan persoalan baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui sarasehan tersebut, Kanang berharap para pelajar tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perjalanan politik dan kondisi bangsa, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga etika, moral, serta tanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan.

















































































