Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, mengajak generasi muda mengambil peran aktif dalam memperkuat kualitas demokrasi Indonesia melalui dialog terbuka, pemikiran kritis, dan partisipasi rakyat.
Menurutnya, demokrasi yang kuat tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan penyelenggaraan pemilu, tetapi juga dari integritas, keadilan, serta kemampuan seluruh elemen bangsa mengedepankan kepentingan bersama.
“Demokrasi yang kuat lahir dari ruang dialog yang terbuka, pemikiran yang kritis, serta komitmen bersama untuk menjaga integritas bangsa,” ujar Sadarestuwati saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam Seminar Nasional Brawijaya Law Debate Competition 2026 di Universitas Brawijaya, Malang dikutip dari akun Instagramnya, Jumat (6/11/2026).
Seminar nasional tersebut mengangkat tema "Paradigma Demokrasi Deliberatif: Menakar Kembali Arsitektur Pemilu Serentak demi Mewujudkan Stabilitas Sistem Presidensial yang Berintegritas."
Dalam forum akademik tersebut, Sadarestuwati mendorong penguatan demokrasi deliberatif sebagai pendekatan yang menempatkan dialog, musyawarah, dan pertukaran gagasan sebagai bagian penting dalam proses pengambilan keputusan politik.
Menurutnya, demokrasi seharusnya tidak berhenti pada mekanisme pemilihan pemimpin melalui pemilu. Lebih dari itu, demokrasi harus memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, terlibat dalam proses pengambilan kebijakan, serta memastikan setiap keputusan mengutamakan kepentingan rakyat.
Ia menilai, partisipasi publik dan keterbukaan terhadap perbedaan pandangan merupakan fondasi penting untuk membangun sistem demokrasi yang sehat. Dengan adanya ruang dialog yang setara, berbagai persoalan kebangsaan dapat dibahas secara kritis dan menghasilkan solusi yang konstruktif.
Sadarestuwati juga menaruh perhatian pada keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Mahasiswa dan kalangan akademisi dinilai memiliki posisi strategis untuk melahirkan gagasan baru, mengembangkan tradisi berpikir kritis, serta mengawal praktik demokrasi agar tetap berjalan sesuai prinsip konstitusi dan kepentingan bangsa.
Melalui seminar tersebut, ia berharap diskusi akademik tidak hanya menghasilkan pemikiran konseptual, tetapi juga melahirkan rekomendasi dan gagasan konkret bagi perbaikan sistem demokrasi Indonesia.
“Melalui forum ini, mari kita dorong penguatan demokrasi yang tidak hanya berorientasi pada proses pemilihan, tetapi juga mengedepankan musyawarah, partisipasi rakyat, keadilan, dan kepentingan bangsa,” pesannya.
Sadarestuwati berharap forum tersebut menjadi ruang produktif bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan berkontribusi dalam membangun demokrasi Indonesia yang semakin berkualitas, berintegritas, serta berpihak kepada rakyat.

















































































