Surabaya, Gesuri.id — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mendesak aparat penegak hukum mengusut tegas dugaan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Ia menuntut tindakan hukum tanpa pandang bulu, termasuk memproses korporasi yang terbukti memanfaatkan musim kering untuk membuka lahan secara ilegal.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto usai menghadiri konsolidasi internal PDI Perjuangan di Vaza Hotel Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Ia menegaskan bahwa partainya telah mengantisipasi ancaman potensi titik api sejak munculnya peringatan dini fenomena El Nino ekstrem.
"Partai sudah cukup lama mempersiapkan dan memperingatkan adanya ancaman El Nino ekstrem yang memicu munculnya titik-titik api," ujar Hasto.
Menurut Hasto, bencana karhutla di Indonesia merupakan masalah tahunan yang terus berulang. Karena itu, langkah pencegahan dan penegakan hukum harus berjalan seiring agar ada jera dan progres nyata dari pemerintah.
"Kebakaran hutan dan lahan kering ini terjadi bukan tahun ini saja, melainkan sudah berlangsung lama. Jika berulang tanpa adanya hukum yang tegas dan berkeadilan, kita sebagai bangsa patut malu karena tidak menunjukkan perbaikan," tegasnya.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Hasto mengingatkan penegak hukum agar tidak hanya menyasar pelaku lapangan. Pihak kepolisian dan instansi terkait diimbau memeriksa secara serius indikasi keterlibatan perusahaan perkebunan.
"Termasuk jika ada korporasi yang sengaja memanfaatkan musim kering ini untuk pembukaan lahan, jangan sampai dibiarkan begitu saja. Hukum harus ditegakkan dengan tegas," pungkas Hasto.

















































































