Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mendorong peningkatan kualitas layanan Holding BUMN Logistik agar mampu bersaing dengan perusahaan swasta. Ia menilai integrasi layanan antar moda logistik milik negara harus diikuti dengan standar operasional yang unggul dan berdaya saing tinggi.
"Artinya nanti perusahaan-perusahaan Pos Indonesia akan menyiapkan standar service level-nya untuk diikuti oleh pemain-pemain logistik swasta yang lain. Nah ini posnya sendiri bagaimana standar service-nya hari ini? Kan di bawah swasta kan," kata Darmadi, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Pembentukan Holding BUMN Logistik sendiri menempatkan PT Pos Indonesia sebagai perusahaan jangkar (anchor) yang akan mengoordinasikan berbagai entitas logistik milik negara. Skema ini diharapkan mampu menciptakan integrasi layanan dari hulu hingga hilir dengan standar yang seragam.
Namun demikian, Darmadi menilai perusahaan jangkar harus terlebih dahulu memiliki kualitas layanan yang mampu menjadi acuan. Tanpa standar yang kuat, menurutnya, sulit bagi BUMN logistik untuk menjadi pemimpin pasar di tengah ketatnya persaingan industri.
"Jadi kalau misalnya ini anak usahanya yang sakit-sakit dikumpulin juga akan mempengaruhi kinerja daripada Pos Indonesia," ucap politisi PDI Perjuangan itu.
Selain aspek layanan, Komisi VI DPR RI juga menyoroti kondisi kesehatan keuangan anak-anak usaha BUMN yang akan tergabung dalam holding. Perusahaan dengan kinerja negatif dinilai berpotensi menjadi beban baru bagi holding jika tidak dibenahi terlebih dahulu.
Lebih lanjut, Darmadi menegaskan pentingnya transformasi menyeluruh dalam tubuh BUMN logistik, mulai dari model bisnis, struktur biaya, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Ia menekankan bahwa pembentukan holding tidak boleh sekadar menjadi langkah administratif, melainkan harus mampu menyatukan kekuatan dan meningkatkan daya saing nasional di sektor logistik.
Dengan kesiapan teknis yang matang dan standar layanan yang unggul, Darmadi berharap Holding BUMN Logistik dapat berperan sebagai penggerak ekonomi nasional yang mandiri serta mampu bersaing di tingkat global.

















































































