Ikuti Kami

Diah Fitri Maryani Gelar Pendidikan Bagi Para Siswa di MA Bina Insan Qur’ani

Konsep pendidikan demokrasi sebenarnya memiliki keselarasan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. 

Diah Fitri Maryani Gelar Pendidikan Bagi Para Siswa di MA Bina Insan Qur’ani
Anggota DPRD Jawa Barat, Diah Fitri Maryani.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Jawa Barat, Diah Fitri Maryani menggelar Pendidikan Demokrasi bagi para siswa di Madrasah Aliyah (MA) Bina Insan Qur’ani, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. 

Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pentingnya partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Diah Fitri Maryani menjelaskan bahwa konsep pendidikan demokrasi sebenarnya memiliki keselarasan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. 

Baca: Ganjar Minta Dana Pemda yang Mengendap di Perbankan

“Dalam ajaran Islam, pendidikan demokrasi dikenal dengan istilah syura atau musyawarah, yang mengandung nilai kesetaraan dan keadilan bagi seluruh anggota masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, prinsip syura mengajarkan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar penting dalam membangun masyarakat yang demokratis dan harmonis. 

“Dalam Islam, pendidikan demokrasi dikenal sebagai syura atau musyawarah. Di dalamnya terdapat nilai kesetaraan dan keadilan, di mana setiap orang memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam menentukan keputusan bersama,” lanjut Diah.

Ia menekankan bahwa pendidikan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan sistem politik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter generasi muda. 

“Oleh karena itu, metode yang digunakan dalam pendidikan demokrasi harus bersifat partisipatif dan dialogis agar siswa dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran,” terang legislator PDI Perjuangan tersebut. 

Melalui metode partisipatif dialogis tersebut, siswa didorong untuk berani menyampaikan gagasan serta belajar menghargai perbedaan pendapat.

Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang kritis, kreatif, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya. 

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

“Bedar harapan kegiatan pendidikan demokrasi seperti ini dapat membantu para pelajar memahami makna demokrasi secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai konsep teoritis tetapi juga sebagai praktik dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para siswa untuk membiasakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. 

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Quote