Ikuti Kami

Diduga Keracunan MBG, Tjhai Chui Mie Tinjau Siswa MAN Model Singkawang

Pemkot Singkawang menerima laporan adanya sejumlah siswa MAN Model yang masuk ke fasilitas kesehatan diduga setelah mengonsumsi MBG.

Diduga Keracunan MBG, Tjhai Chui Mie Tinjau Siswa MAN Model Singkawang
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meninjau kondisi siswa MAN Model Singkawang yang diduga keracunan makanan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sa’adah, Kota Singkawang, Jumat (6/2).

Jakarta, Gesuri.id - Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meninjau kondisi siswa MAN Model Singkawang yang diduga keracunan makanan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sa’adah, Kota Singkawang, Jumat (6/2).

Tjhai Chui Mie mengatakan kunjungan dilakukan setelah Pemkot Singkawang menerima laporan adanya sejumlah siswa MAN Model yang masuk ke fasilitas kesehatan diduga setelah mengonsumsi MBG, Kamis (5/2).

“Kedatangan saya ke rumah sakit ini karena kami mendapatkan laporan bahwa ada anak-anak sekolah MAN Model yang diduga mengalami keracunan setelah makan MBG,” ujar Tjhai Chui Mie.

Berdasarkan data sementara, dari sekitar 100 lebih siswa MAN Model yang menerima MBG, sebanyak 56 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, dan 25 di antaranya harus menjalani rawat inap yang tersebar di beberapa rumah sakit, puskesmas, dan klinik di Kota Singkawang.

Wali Kota menyampaikan, hasil komunikasi langsung dengan para siswa menunjukkan gejala yang dialami relatif sama, seperti pusing, sakit perut, mual, dan muntah-muntah.

“Gejalanya hampir sama semua,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi siswa saat ini sudah mulai membaik dan hanya memerlukan pemulihan lanjutan. “Mudah-mudahan besok sudah bisa dipulangkan dan kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya. 

Menurut Tjhai Chui Mie, kejadian tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di Kota Singkawang sejak pelaksanaan Program MBG. Ia menegaskan ke depan penyediaan dan pengawasan makanan harus menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia juga menyampaikan hingga saat ini Pemkot Singkawang belum menerima laporan resmi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani MAN Model Singkawang. “Informasi awal justru kami terima dari laporan dinas terkait setelah ada siswa yang masuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang Achmad Hardin mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya kedatangan sejumlah siswa ke rumah sakit, puskesmas, dan klinik dengan waktu yang relatif bersamaan setelah pelaksanaan MBG.

“Datangnya rata-rata di jam yang sama, dan seluruh fasilitas kesehatan langsung memberikan pelayanan kepada para siswa,” katanya.

Achmad Hardin menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sebagian siswa harus menjalani rawat inap, sementara lainnya cukup menjalani perawatan jalan. Untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan telah menurunkan tim investigasi guna mengambil sampel sebagai dasar evaluasi dan perbaikan ke depan.

Ia menegaskan status kejadian tersebut masih berupa dugaan, mengingat tidak seluruh siswa yang mengonsumsi makanan mengalami keluhan yang sama.

“Kondisi tubuh siswa berbeda-beda, ada yang sensitif dan ada yang lebih tahan, sehingga reaksinya tidak sama. Kami masih menunggu hasil investigasi,” ujarnya.

Achmad Hardin juga mengimbau para orang tua agar tidak terlalu khawatir karena kondisi siswa terus menunjukkan perkembangan yang baik dan hingga saat ini tidak ditemukan kasus dengan kondisi berat.

“Ini menjadi musibah sekaligus bahan evaluasi agar ke depan pelaksanaan MBG lebih baik. Kami berharap anak-anak cepat sembuh dan segera kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Quote