Jakarta, Gesuri.id - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan pentingnya kepedulian bersama terhadap anak-anak usia sekolah, khususnya mereka yang berpotensi putus sekolah. Ia meminta masyarakat dan tokoh setempat agar aktif melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah.
Pesan itu disampaikan Tjhai Chui Mie saat membuka Musrenbang RKPD Tahun 2027 di Aula Kantor Camat Singkawang Tengah, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, pendidikan menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam praktik penipuan dan perdagangan orang yang belakangan marak terjadi.
“Kalau pendidikannya baik, setidaknya mereka tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas ujungnya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kasus warga yang dijanjikan gaji besar ke negara seperti Vietnam atau Kamboja, namun justru berakhir menjadi korban eksploitasi, termasuk dipaksa bekerja di judi online ilegal.
“Ada yang pulang dalam kondisi tidak wajar, bahkan meninggal dunia akibat kekerasan. Saya tidak ingin warga Singkawang mengalami hal seperti itu,” tegasnya.
Dalam forum Musrenbang tersebut, Tjhai Chui Mie juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan mendesak di wilayah masing-masing. Namun, ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menetapkan skala prioritas.
“Kita akan kerjakan yang paling parah lebih dulu, karena tidak semua usulan bisa langsung diakomodir,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tahun ini Pemerintah Kota Singkawang terdampak pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp198 miliar. Secara nasional, pemotongan anggaran transfer ke daerah mencapai sekitar Rp8 triliun.
“Kita tidak dalam posisi melawan pusat, tapi mencari solusi terbaik agar pembangunan tetap berjalan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Singkawang bersama wakil wali kota dan para kepala dinas aktif mengajukan proposal pembangunan ke berbagai kementerian, termasuk memaksimalkan peluang pendanaan melalui program CSR.
“Harapannya, pembangunan di Singkawang tetap bisa berlanjut dan tidak terhenti,” kata Tjhai Chui Mie.
Ia menambahkan, pembangunan kota tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia agar kemajuan Singkawang berjalan seimbang dan berkelanjutan.
“Kita ingin membangun kotanya, sekaligus membangun manusianya,” pungkasnya.

















































































