Jakarta, Gesuri.id – Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, secara resmi meluncurkan program Residensi Rimbaud di kediaman Dubes Prancis di Jakarta, Kamis (10/9).
Program kerja sama bilateral di bidang sastra ini digagas oleh Kedutaan Besar Prancis bersama Institut Francais d’Indonesie (IFI) dan Pemerintah Kota Semarang. Kota Semarang dipilih sebagai lokasi perdana implementasi program tersebut.
Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Dubes Penone menjelaskan bahwa Residensi Rimbaud merupakan bentuk tindak lanjut dari kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Prancis, yang diatur dalam Deklarasi Borobudur—kesepakatan kedua negara saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Mei 2025 lalu.
"Budaya dan industri kreatif bagian penting dari hubungan bilateral kita," ujar Penone dalam keterangannya.
Sebagai peserta perdana program ini, sastrawan kontemporer asal Prancis, Louis-Philippe Dalembert, akan menjalani masa residensi selama tiga bulan di Semarang. Penulis yang dikenal melalui berbagai karya novel dan syair berbahasa Prancis serta Kreol ini mengangkat tema kenangan, perjalanan, pengasingan, identitas, hingga migrasi.
Selama di Semarang, Dalembert tidak hanya fokus menulis, tetapi juga aktif berinteraksi dengan komunitas sastra lokal, menggelar lokakarya (workshop), mengunjungi sekolah-sekolah, serta berdiskusi dengan para penulis muda.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut hangat inisiatif tersebut. Menurutnya, program ini menjadi jembatan sejarah yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, mengenang kembali kunjungan penyair Prancis Arthur Rimbaud ke Pulau Jawa 150 tahun silam.
"Setiap kali pergi ke suatu tempat, kita membawa sesuatu yang baru pulang bersama kita. Sebuah pengalaman, sebuah pertemuan, atau kisah yang sebelumnya tidak pernah diketahui. Mungkin ini juga alasan mengapa kunjungan Arthur Rimbaud ke Jawa 150 tahun lalu terasa penting hingga hari ini," tutur Agustina.
Residensi Rimbaud sendiri merupakan bagian dari rangkaian pameran bertajuk Arthur Rimbaud: A Journey through Java yang sebelumnya telah diresmikan di Lawang Sewu, Semarang, pada 6 Agustus 2026 lalu.

















































































