Boyolali, Gesuri.id - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo siap ubah kawasan Embung Kedung Banteng, Boyolali menjadi tempat wisata.
Ganjar mengatakan, kawasan tersebut dapat menjadi contoh rehabilitasi lahan bekas kegiatan pertambangan galian golongan C.
“Banyak tempat galian C yang rusak atau mungkin ditinggalkan, ternyata kalau kita tata ulang, bisa menjadi tempat yang bagus. Ini nanti akan menjadi tempat pariwisata,” kata Ganjar.
Baca: Mengejutkan, Ganjar Minta Hal Ini ke Luhut

Selain dibangun embung seluas dua hektare, di sekitar kawasan tersebut juga dijadikan tempat rehabilitasi lahan kritis.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ganjar bersama Bupati Boyolali M Said Hidayat dan Wakil Bupati (Wabup) Wahyu Irawan melakukan penghijauan dengan penanaman pohon. Sebanyak 2.400 pohon dari berbagai jenis pohon seperti pohon gayam, durian, matoa, trembesi, tabebuya, mahoni , kelor, sengon, kenari, lerak ditanam di lahan seluas satu hektar.
Menurut Ganjar, gerakan menanam pohon tersebut, selain rehabilitasi lahan juga sangat penting untuk melestarikan sumber mata air. Hal tersebut karena di Desa Cabean Kunti terdapat beberapa sumber mata air atau oleh warga disebut Sendang Pitu (Sendang Tujuh).

Baca: Tekan Laju Pandemi, Ganjar Minta ASN Tak Bepergian Dulu
“Semakin banyak pohon ditanam, harapan kami sumber air makin banyak dan itu akan menjadi tempat kehidupan. Kalau sekarang kami tanami, mudah-mudahan nanti anak cucu yang merasakan dan pariwisata akan berjalan. Ini contoh,” ungkap Ganjar.
Sementara itu Kepala Desa Cabean Kunti, Khamid Winardi mengatakan, embung Kedung Banteng selesai dibangun pada Oktober 2020 lalu. Embung tersebut diharapkan mampu menunjang kebutuhan air bersih.
“Untuk mencukupi kebutuhan air bersih di daerah ini. Yang kedua untuk mencukupi air bersih sebagai penunjang tambahan di Kota Boyolali,” pungkasnya.

















































































