Ikuti Kami

Gus Ipin Minta Anggaran Belanja untuk Masyarakat Dinaikkan

Gus Ipin memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan anggaran belanja untuk masyarakat dalam postur APBD mulai tahun 2023.

Gus Ipin Minta Anggaran Belanja untuk Masyarakat Dinaikkan
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini saat menilik produk UMKM lokal

Trenggalek, Gesuri.id -  Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan anggaran belanja untuk masyarakat dalam postur APBD mulai tahun 2023. Ini agar perekonomian di Kabupaten Trenggalek dapat terus bergeliat. Ia memerintahkan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), badan perencanaan daerah (Bappeda), dan para asisten untuk berfokus meningkakan anggaran belanja untuk masyarakat.

Baca : Gus Ipin: Trenggalek Innovation Fest, Upaya Pulihkan Ekonomi

Ia ingin anggaran belanja ruti dan belanjat untuk masyarakat dalam postur APBD 2023 dapat seimbang. “Saya ingin bertahap, pada 2024 nanti, porsi belanja untuk amsyarakat harus lebih dominan menjadi 60% dan pada 2025 naik lagi menjadi 70%. Untuk sekarang, saya minta 50: 50 dulu,” ucapnya.

Ia mempersilakan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berinovasi dalam upaya mencapai target itu. Misalnya, dengan menghemat kertas untuk surat penyurat di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) trenggalek. “Misalnya, untuk makan dan minum tu harus dipastikan belinya di mana?, UMKM-nya apa. Harus Trenggalek,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek itu.

 

Selain itu, bisa juga terkait pembelian pakaian dinas. Pemkab Trenggalek baru saja membuat aturan pakaian dinas wajib berbusana surjan dan kebaya. Serta, pakaian kasual untuk dua hari dalam satu pekan. Ia pun meminta aparatur sipil negara (ASN) harus membeli pakaian dinas dari UMKM lokal.

“Jadi, untuk transformasi ekonomi, kami akan mulai dengan mengubah struktur APBD-nya dulu,” tuturnya.

Baca : Gus Ipin Wajibkan ASN di Trenggalek Tanam Pohon

Ia pun meminta jajarannya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui upaya menambah konsumsi rumah tangga masyarakat. Misalnya, dengan memastikan masyarakat miskin menerima bantuan sosial. Jika untuk UMKM yang produktif, kata dia, pastikan mereka mendapatkan orderan. “Kalau ada order, tentu tingkat konsumsi mereka juga meningkat,” ujarnya. (jatim.tribunnews.com)

Quote