Ikuti Kami

Hari Lahir Pancasila, Imam Turidi: Pancasila Bukan Sekadar Pajangan dan Hafalan!

Pancasila tak boleh sekadar menjadi pajangan teks atau hafalan semata, melainkan wajib dihidupkan dalam setiap kebijakan nyata untuk rakyat.

Hari Lahir Pancasila, Imam Turidi: Pancasila Bukan Sekadar Pajangan dan Hafalan!
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Imam Turidi.

​Depok, Gesuri.id – Momentum Hari Lahir Pancasila harus dijadikan pijakan mendalam bagi seluruh elemen bangsa, terutama para pemimpin. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Imam Turidi, menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh sekadar menjadi pajangan teks atau hafalan semata, melainkan wajib dihidupkan dalam setiap kebijakan nyata untuk rakyat.

​Menurut pria yang akrab disapa IT ini, peringatan 1 Juni yang merujuk pada momen bersejarah pidato Bung Karno di sidang BPUPKI adalah pengingat abadi bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi keberagaman yang kokoh.

​"Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat kita bahwa Indonesia dibangun di atas kesepakatan bersama untuk hidup dalam keberagaman. Pancasila menjadi titik temu berbagai suku, agama, budaya, dan golongan dalam satu bangsa," ujar IT kepada media, Senin (1/6).

Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda

​Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Depok ini menilai, tanpa Pancasila sebagai payung besar, akan sangat sulit menyatukan ribuan pulau dan latar belakang masyarakat yang berbeda ke dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​"Nah, pemersatunya itu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, yang tidak sekadar menjadi semboyan hingga saat ini," tuturnya.

​Lebih lanjut, legislator yang populer dengan jargon "Dewan SKTM" ini memberikan catatan kritis sekaligus reflektif, khususnya bagi para figur yang saat ini diberi amanah memimpin bangsa. Menurutnya, indikator keberhasilan pemahaman Pancasila seorang pemimpin tidak dilihat dari seberapa fasih mereka melafalkannya dalam upacara seremonial.

Baca: Ganjar Ajak Kader Banteng NTB Selalu Introspeksi Diri

​"Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah seberapa besar dampak keadilan dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas di lapangan," paparnya tegas.

​Ia menambahkan bahwa esensi tertinggi dari dasar negara ini terletak pada implementasi nyata di tengah masyarakat. Setiap kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintah wajib mencerminkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap sila.

​"Nilainya yang terletak pada bunyi sila-silanya diaplikasikan sejauh mana keadilan, persatuan, kemanusiaan, dan kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh rakyat," pungkas ImamTuridi.

Quote