Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan dukacita atas insiden kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang hilang kontak dan terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Puan menegaskan operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi terhadap korban yang masih belum ditemukan harus menjadi prioritas.
“Saya turut berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden hilangnya kontak dan terbaliknya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Saya turut merasakan duka yang dialami keluarga korban, dan semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," kata Puan, Senin (14/9/2026).
Kapal Virgo Transport 8 yang merupakan kapal penyeberangan rute Surabaya-Banjarmasin dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita akibat cuaca buruk. Kapal yang membawa 243 orang itu sempat terbalik dan sejumlah penumpang berhasil dievakuasi.
Sebagian besar penumpang dievakuasi dalam kondisi selamat. Meski begitu, enam orang telah dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut. Hingga kini, sekitar 130 korban masih belum dipastikan nasibnya.

Proses evakuasi penumpang Kapal Virgo Transport 8 ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin terus dilanjutkan pada Senin (14/9) pagi. Kementerian Perhubungan memastikan proses pencarian korban terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk pencarian, penyelamatan, dan evakuasi.
Puan meminta operasi pencarian dan evakuasi mengutamakan keselamatan korban yang masih belum ditemukan.
“Saya minta Basarnas, KSOP, dan seluruh pihak terkait untuk terus memprioritaskan dan mengoptimalkan operasi pencarian serta penyelamatan terhadap korban yang masih belum ditemukan,” tegas Puan.
Puan juga meminta pihak terkait melakukan pendataan korban secara tuntas dan akurat. Menurutnya, proses evakuasi dan pendataan harus terus dikawal hingga seluruh korban dapat dipastikan keberadaannya.
“Proses evakuasi dan pendataan yang masih berlangsung ini harus dikawal sampai tuntas, jangan sampai ada korban yang terlewat dari pencarian,” ungkap cucu Bung Karno itu.
Lebih lanjut, Puan mendesak Pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut. Melalui alat kelengkapan dewan (AKD) terkait, DPR akan mengawal proses investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
“Pemerintah agar segera melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab kecelakaan ini, baik dari faktor alam, teknis, maupun manusia,” sebut Puan.
Mantan Menko PMK itu menyinggung masih seringnya terjadi kecelakaan kapal yang menyebabkan banyak korban jiwa. Karena itu, Puan meminta adanya perbaikan sistem transportasi laut, khususnya terkait keselamatan pelayaran.
“Kejadian kecelakaan di laut sudah terlalu sering berulang, dan ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” ujar perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Puan menegaskan perbaikan sistem keselamatan pelayaran nasional harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa dan jatuhnya korban jiwa.
“Saya minta ada perbaikan sistem keselamatan pelayaran nasional secara menyeluruh, agar peristiwa serupa tidak kembali memakan korban jiwa,” pungkas Puan.

















































































