Ikuti Kami

Istilah KKB, Mahfud: Pemerintah Sengaja Tidak Memasukkan Kata Separatis

Mahfud: Kita pakai istilah KKB karena kalau pakai KKSB, ada kata separatis, itu nanti kita boleh dicampuri luar negeri.

Istilah KKB, Mahfud: Pemerintah Sengaja Tidak Memasukkan Kata Separatis
Cawapres Mahfud MD

Jakarta, Gesuri.id - Calon wakil presiden (cawapres) Mahfud MD menambahkan, pemerintah Indonesia sengaja memilih istilah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan tidak memasukkan kata separatis. Hal ini demi menghindari campur tangan pihak lain.

"Kita pakai istilah KKB karena kalau pakai KKSB, ada kata separatis, itu nanti kita boleh dicampuri luar negeri (termasuk PBB). Oleh karena itu, kami tidak pernah terpancing," tegas Mahfud MD.

Termasuk juga tidak menggunakan istilah teroris terhadap KKB, lantaran hukum acara dalam penanganan tindak pidananya pun nantinya akan berbeda dan luar biasa.

Yang pasti, dia mengamini pernyataan Ganjar, bahwa pendekatan teritorial menjadi solusi yang paling tepat untuk digunakan untuk menyelesaikan konflik Papua.

"Karena sebenarnya mubazir menyerang mereka. Nama-namanya pun sebenarnya sudah tercatat. Ini namanya, bersembunyi di mana. Sedikit sekali," kata Mahfud.

"Sekarang kan sudah banyak suara-suara mengundang PBB, kita tolak. Karena ini bukan persoalan separatis, bukan teroris, ini kriminal. Meskipun orang-orang tertentu kita sudah putuskan teroris, seperti Kagoya, ada lima kelompok," Mahfud menandaskan.

Ganjar Pranowo melakukan silaturahmi bersama masyayikh di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Anwar, Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (22/11/2023). Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Ganjar untuk berdiskusi banyak hal serta meminta masukan-masukan ihwal persoalan bangsa.

Ganjar pun mendapatkan masukan dari salah satu peserta yang hadir dalam silaturahmi bersama masyayikh. Terutama mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Papua yang masih tertinggal, sehingga menimbulkan dampak negatif.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan dari Perkumpulan Himpunan Kerukunan Jawa Madura di Papua, Sri Susilowati. Kepada Ganjar Pranowo ia menceritakan perihal anak-anak kecil di sekitar Jalan Pos 7 Sentani, Jayapura, sudah terjerumus menggunakan narkoba.

"Saya tinggal di daerah namanya Pos 7. Kita sangat prihatin sekali di Pos 7 dekat dengan sekolah, dan anak-anak yang masih kecil, tapi sudah merokok dan narkoba," ujar Sri.

Sri bercerita sudah berulang kali mencoba melaporkan ke pihak-pihak terkait, tetapi belum ada tindakan yang berarti sampai sekarang ini.

Karena itu, dia berharap apabila nantinya mendapatkan amanah untuk menjadi presiden, Ganjar bisa menghadirkan fokus pembangunan bagi SDM di Papua, sehingga anak-anak di sana bisa terhindar dari tindakan negatif.

"Seandainya terpilih jadi presiden mohon keadilan untuk Papua," ucap Sri.

Quote